Pembinaan Kakankemenag Dalam Penguatan MAN Pekalongan sebagai Madrasah Riset

Kab. Pekalongan – Dalam upaya penguatan Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekalongan yang di percaya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Madrasah Riset di Kabupaten Pekalongan. Seiring dengan telah diterbitkanya Surat Keputusan Direktur Jenderal  Pendidikan Islam No 6757/ Tahun 2020 tanggal 1 Desember 2020 Tentang Penetapan Madrasah Penyelenggara Riset 2020, maka Kakankemenag kabupaten Pekalongan melakukan pembinaan terhadap seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan di lingkungan MAN Pekalongan. Bertempat di lantai dua Aula MAN Pekalongan. Senin, (6/9).

Mengawali Pembinaannya, Kakankemenag mengatakan era globalisasi yang pada hakikatnya ditopang oleh kemajuan zaman dan pesatnya arus informasi memberikan wahana yang sangat luas untuk melakukan perubahan. Bahkan pada konteks ini perubahan merupakan hal yang mutlak dilakukan. Pilihan pada zaman ini hanya ada dua; tetap berpangku tangan untuk kemudian tergilas dan hancur atau terus melakukan pergerakan dengan melakukan berbagai inovasi-inovasi berkelanjutan.

“Bagi dunia pendidikan, pergerakan waktu yang sedemikian kencang perlu diimbangi dengan mempersiapkan SDM tenaga pendidik yang handal dan kompetitif. Tenaga pendidik yang mampu merancang untuk mempersiapkan peserta didik jauh melompati zaman,” ujar H. Kasiman Mahmud Desky.

“Tidak berpikir apa yang akan didapat anak didiknya sekarang, tetapi jauh berorientasi ke masa depan. Kompetensi apa yang diperlukan masyarakat di dunia luar sepuluh atau dua puluh tahun ke depan itulah yang akan ia persiapkan.” lebih lanjut Kakankemenag menambahkan.

Terkait dengan penetapan MAN Pekalongan sebagai MAN Riset oleh Kakanwil Kemenag Jawa Tengan, Kasiman Mahmud Desky menyampaikan bahwa hal ini secara Inplisit adalah sebuah kepercayan Kementerian Agama Terhadap MAN Pekalongan. Predikat penyelenggara MAN Riset menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Model pembelajarannya pun berbeda dengan MAN Reguler. Oleh karenanya semua guru dan elemen pendukung lainnya harus mempersiapkan diri secara lebih baik. Para pendidik di MAN Pekalongan harus kreatif dan inovatif. Selain hal-hal diatas Kakankemenag juga menekankan kepada semua keluarga besar Kemenag untuk memegang teguh 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama.

Sementara itu Maspau, selaku Kepala MAN 1 kabupaten Pekalongan dalam sambutannya berkenaan dengan amanah ini menjelaskan “Kepercayaan ini merupakan  sebuah tantangan sekaligus peluang bagi kita selaku Pelaku Pendidikan, untuk terus mengembangkan Kreatifitas Ilmiyah dengan melakukan Penelitaian (Riset) yang berwawasan Sosial, Keagamaan dan tidak kalah pentingnya yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup sekitar”. ujarnya.

Lebih lanjut Kepala MAN Pekalongan ini menuturkan “Pada dasarnya amanah yang dipikulkan kepada MAN 1 Pekalongan ini sebagai media untuk membuktikan bahwa kita  harus mampu untuk melakukan penelitian untuk menambah wawasan dan daya kreatifitas secara nyata dalam kehidupan sehari hari.” pungkasnya.

Pesan yang mendalam yang disampaikan oleh Kepala MAN Pekalongan agar semua guru dan pegawai TU MAN Pekalongan harus menjunjung tinggi sikap disiplin. Anugrah yang diperoleh MAN Pekalongan pada hari ini membawa konsekuensi logis. Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada siswa dan guru pemimbing dan staf pendukung lainnya. (Ant/bd).