Pembinaan Kedisiplinan Guru dan Karyawan MAN Temanggung

Temanggung – Untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan, Madrasah Aliyah Negeri Temanggung mengadakan kegiatan pembinaan kedisiplinan dan spiritual guru dan karyawan. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan karyawan MAN Temanggung, Rabu (19/5) di MAN Temanggung.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Ahmad Muhdzir, dalam arahanya mengatakan pembinaan ASN adalah upaya yang dilakukan agar ASN bisa melakukan tugasnya sesuai dengan tupoksi.

“Pembinaan dilakukan untuk menjamin terwujudnya keserasian dalam rangka meningkatkan pendayagunaan ASN yang profesional berdasarkan tuntutan zaman dan sebagai langkah untuk peningkatan mutu dan kemampuan ASN,” ujarnya.

Dalam pembinaan kali ini beliau menyampaikan pesan dari Menteri Agama, bahwa ”ASN di lingkungan Kementerian Agama harus mampu menjadi uswah atau keteladanan bagi masyarakat utamanya dalam hal menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun melalui sosialisasi. Kedua, selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, dengan menengok beberapa peristiwa bencana yang terjadi saat ini, dan yang terakhir selalu muhasabah atau evaluasi diri untuk menjadi lebih baik,“ ujarnya.

Selanjutnya Kepala Kantor  menambahkan, bahwa ASN harus memiliki lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, antara lain integritas merupakan keselarasan antara hati, pikiran dan perkataan dan perbuatan yang baik dan benar, profesionalitas bekerja secara disiplin, kompeten dan tepat waktu, inovasi menyempurnakan yang sudah ada mengkreasi hal baru yang lebih baik, tanggung jawab bekerja secara tuntas dan konsekuen, serta keteladanan menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

Sementara dalam laporannya H. Khaeroni Hadi, selaku Kepala MAN Temanggung mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini untuk meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab para guru dan tenaga kependidikan dalam memberi ilmu kepada seluruh siswa dan siswi di MAN Temanggung. Guru dan tenaga kependidikan diminta untuk memperhatikan dua aspek yaitu basik kinerja dan administrasi.

“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab para guru maupun tenaga kependidikan dengan memperhatikan dua aspek, yaitu kinerja dan administrasi,” tegasnya.

Guru dan Karywan MAN Temanggung harus selalu salam dan sapa, menjadi pribadi ahsani taqwiim, dari awal kejadian kita dari sel yang terbaik, sesuai dengan kewenangan dan tugas masing-masing, jadilah yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita dan sumbangsih kita, jangan terbawa suasana Ramadhan dalam belajar, tinggalkanlah hawa malas dalam keharian kita, dibutuhkan sebuah komitmen dalam bekerja, jadilah pegawai yang mempunyai integritas (sesuai dengan waktunya), Ibdak binafsih sehingga menjadi integritas kolektif, profesionalitas dengan melaksanakan sesuai dengan kompetensi (pedagogik) merencanakan, melaksanakan evaluasi dan inovasi sebagai tolak ukur kompetensi, kompetensi kepribadian, sosok yang selalu digugu dan ditiru, ing ngarso sing tulodho, ing madyo mangunkarso Tut Wuri Handayani, inovasi ,nilai berpikir out of box ( keluar dari kotak) bukan hanua sekedar melaksanakan akan tetapi dibutuhkan inovasi oleh guru dengan IT, tanggung jawab, bukan hanya duniawiyah akan tetapi akherat, tidak ada alasan apapun, bisa berkelit dari kepala dan akan tetapi tadi akan bisa berkelit di akherat dan  Ibdak binafsih (kolegial). (sr)