Pembinaan Penyuluh Agama Islam Angkatan V Kemenag Wonosobo

Wonosobo – Kankemenag Kab. Wonosobo melalui seksi Bimas Islam selenggarakan pembinaan Penyuluh Agama Islam Angkatan V yang mencangkup tiga Kecamatan di Kabupaten Wonosobo, yakni Kecamatan Leksono, Watumalang, dan Sukoharjo. Acara dilaksanakan pada hari Selasa, (23/11) di Balai Kelurahan Sojokerto, Kecamatan Leksono.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga puluh peserta yang merupakan Penyuluh baik PNS dan Non PNS, serta dihadiri langsung oleh Kanwil Kemenag Prov. Jateng, diwakili oleh Artiyah, dan Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahmad Farid.

Dalam sambutannya, Ahmad Farid, menegaskan bahwa Penyuluh Agama  harus Peka terhadap masyarakat, “penyuluh harus jeli dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, walaupun honor yang diterima tidak seberapa namun harus diniati ibadah dalam melaksanakan tugasnya,” kata Farid.

Ia menambahkan, dalam menyampaikan syiar keagamaan kepada masyarakat dibutuhkan metode syiar yang lebih berfariasi, terlebih diera pandemi dan kemajuan digital informasi.

Selanjutnya, Farid, mengucapkan selamat datang kepada tim monitoring dari Kanwil Kemenag Prov. Jateng. Ia berharap, Artiyah, berkenan memberikan pembinaan kepad penyuluh yang sudah hadir.

Usai acara ceremoni pembukaan kegiatan selesai, acara dilanjutkan dengan pembinaan dari Kanwil Kemenag Prov. Semarang. Dalam pembinaannya, Artiyah, mengatakan bahwa Penyuluh harus memahami tupoksi, memahami peran, dan memiliki pandangan yang rahmatan lil alamin,

“penyuluh ada di tiap Kecamatan. Instrument diisi per kecamatan akan diamati dan dicari solusi terhadap kesulitan-kesulitan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Artiyah, menjelaskan terkait penyuluh spesialisasi Wakaf, dan spesialisasi Keluarga Sakinah.

Ditengah pembinaan berlangsung, terlihat peserta sangat berantusias dengan melontarkan berbagai pertanyaan dan pernyataan atas dasar pengalamannya dalam melakukan tugas dan fungsi penyuluh dilapangan.

Salah satunya yakni yang disampaikan oleh Qodariyah selaku Penyuluh Agama Islam. Ia menyampaikan terkait sosialisasi wakaf kepada masyarakat. Ia katakan bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang berarti meskipun sosialisasi dilakukan dengan mendompleng kegiatan lain.

Hal tersebut lantas mendapat respon dari Artiyah. Ia menjawab, edukasi tentang wakaf bisa merujuk ke BWI jika ditemukan masalah, “terkait wakaf, itu juga menjadi bagian dari tugas penyuluh untuk melakukan edukasi dan pendampingan. Jika ditemukan masalah maka penyuluh bisa merujuk pada BWI,”tandas Artiyah.

Usai acara berlangsung, dilanjutkan monitoring oleh Kanwil Kemenag Prov. Jateng, didampingi Kakankemenag Kab. Wonosobo ke masing-masing KUA kecamatan. Ps-ws