Pembinaan Siswa Katolik, Mewujudkan Anak Tangguh, Kreatif dan Inovatif

Karanganyar – Kantor kementerian Agama Kab. Karanganyar melalui Penyelenggara Katolik Kabupaten Karanganyar melaksanakan kegiatan pembinaan siswa Katolik tingkat dasar  pada Jumat dan Sabtu, 15 dan 16 Oktober 2021, di Hotel Pondok Sari 1 Tawang Mangu, Karanganyar. Hadir sebagai peserta siswa SMP Kanisius Bharata Tengklik, Jumapolo dan  siswa beragama Katolik di SMP Negeri se Kabupaten Karanganyar.

Acara yang mengusung tema “Membangun Kemandirian Anak Remaja Menuju Pribadi yang Tangguh, Kreatif dan Inovatif“ tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Karanganyar,  Wiharso selaku Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar.

 Wiharso menyampaikan tentang anak remaja yang harus terbuka terhadap moderasi beragama.

“Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya memahami  pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup supaya menjadi kaum muda yg berkarakter. Selain itu kaum muda harus memiliki pandangan yang pluralis dengan mengedepankan moderasi beragama,“ jelas Wiharso.

“Pada masa ini peran teknologi informasi melalui HP dan internet makin bebas maka di harapkan sebagai anak remaja harus bijak dalam menyikapi informasi yang ada di medsos dan santun dalam menanggapi. Sudah seharusnya anak remaja sekarang menjadi pribadi yang cerdas dan selalu berfikir positif demi kemajuan diri sendiri untuk mengejar masa depannya,“ lanjutnya.

Sesi kedua adalah inti dari acara pembinaan siswa ini  mengambil tema Spiritualitas Iman Anak Remaja Katolik dengan judul “Kau berharga di mata Ku dan Mulia,” oleh Romo Petrus Dwi Purnomo Adi, Pr.

“Setiap anak berharga di mata Tuhan dan di ciptakan kudus adanya, hanya didalam proses kehidupan pilihan menjadi baik atau tidak ada di tangan masing-masing. Keputusan untuk memilih jalan hidup dipengaruhi oleh diri sendiri, keluarga, lingkungan dan pergaulan. Untuk itu anak remaja yang masih seperti kertas putih hendaknya di lukis dengan tinta yang baik dan indah, jangan sampai ternodai dengan hal-hal yang merusak kehidupan masa depan,“ papar Romo Petrus.

“Anak remaja harus berproses menjadi seseorang yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik sehingga meraih kesuksesan dan tentu saja menjadi pribadi yang bahagia adalah tujuan utama hidup ini. Mindset seseorang harus diarahkan ke hal-hal yang positif jangan sampai terpenjara dalam mental yang selalu berfikir negatif karena akan menghambat perkembangan,“ pungkasnya.

Narasumber kedua yaitu Yohanes Budi Prasojo, S.S. yang membedah tema Membangun Karakter Anak Remaja Yang Mandiri, Tangguh, Kreatif dan Inovatif. Yohanes mengawalnya dengan menggali talenta masing-masing peserta lalu mengajak menyadari potensi yang ada dan mengarahkan untuk membangun diri berawal dari talenta yang ada untuk menjadi seseorang berhasil dan sukses didalam kehidupannya sesuai ukuran pribadi masing-masing.

“Menjadi pribadi yang mandiri, Tangguh, Kreatif dan Inovatif akan membuat seseorang mempunyai daya saing didalam menjalani kehidupan yang semakin kompetitif ini dan akan membuat seseorang memiliki peluang untuk sukses menjadi lebih besar,” ungkapnya.

Terakhir peserta diajak untuk membangun kerjasama, kekompakan dan saling mendukung satu sama lain untuk berkembang dengan menampilkan karya-karya bersama baik berupa tampilan gerak dan lagu maupun membuat media pembelajaran yang harus di praktekan bersama kelompoknya untuk membuat orang lain memahami cerita yang dibawakan. Pembuatan media pembelajaran dan penampilan bersama tersebut membutuhkan kerjasama, kreatifitas dan inovasi supaya kelompok tersebut bisa menampilkan yang terbaik. Di penghujung acara anak diajak bermain dalam kelompok yang juga membutuhkan kerjasama kekompakan dan saling mendukung dengan permainan ular naga. Dari permainan tersebut peserta diajarkan untuk gigih berjuang melawan kelompok lain supaya tetap eksis dan menjadi pemenang, tentusaja dengan sikap sportif dan jujur. (ida/sua)