Pemenuhan Standar Nasional Lewat Bekal DDTK PTK

Grobogan – Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian atau kegiatan ilmiah dan bermetode yang dilakukan oleh guru atau peneliti didalam kelas dengan mengunakan tindakan-tindakan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Dan guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Balai Diklat keagamaan Semarang bekerjasama dengan MTsN 2 Grobogan menyelenggarakan diklat di tempat kerja (DDTK) selama 4 hari (17-20/12/2018) di MTsN2 Grobogan.

Menurut Ketua Panitia Adibatus Sarifah mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 78 guru, pegawai MTs N 2 Grobogan. Tidak sebatas guru MTsN 2  saja tetapi peserta juga berasal dari perwakilan guru dari MTs swasta yang berada di sekitar wilayah Kecamatan Wirosari.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru, karena mendapatkan ilmu yang baru tentang bagaimana langkah-langkah dalam penyusunan perangkat yang benar. Dan semoga ilmu yang didapat bisa diterapkan kedepannya bagi guru-guru MTs,” pintanya.

Kepala Kantor Kemenag Kab.Grobogan Hidayat Maskur menilai kegiatan ini sangat penting karena mampu meningkatkan mutu para guru di lingkungan Kemenag Grobogan. Materi yang disampaikan adalah penelitian tindakan kelas (PTK).

“Materi ini akan menjadi bekal bagi para guru yang menjadi peserta, dalam menyusun PTK dan dapat meningkatkan kompetensi Kepala Madrasah dalam rangka pemenuhan standar nasional pendidikan di madrasah,” harap Kakankemenag.

Lebih lanjut Hidayat Maskur menambahkan, Saat ini keberadaan guru-guru di Kementerian Agama semakin diakui keberadaannya oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pendidikan karakter, dan semakin banyak prestasi yang diukir oleh para siswa di madrasah.

“Keberadaan guru-guru di Kementerian Agama saat ini semakin diakui keberadaannya oleh masyarakat. Sehingga guru-guru dituntut untuk mampu dan bertanggung jawab menghasilkan anak didik yang semakin berkualitas, meningkat daya saingnya dan berakhlakul karimah,” katanya.

Dalam kesempatan itu Hidayat Maskur berharap, agar PTK bukan hanya digunakan untuk keperluan seorang guru untuk kenaikan golongannya, namun dapat menjadi sebuah tindakan yang merupakan solusi yang diberikan ketika mendapatkan permasalahan-permasalahan di kelas.“Baik persoalan dalam proses maupun hasil kegiatan belajar-mengajar. Sehingga mutu lulusan akan lebih berkualitas,” ungkapnya.(bd/gt)