Pemerintah makin perhatikan lembaga keagamaan non-formal

Rembang — Madrasah Diniyyah merupakan salah satu lembaga non formal yang keberadaannya masih sangat dibutuhkan masyarakat. Para orang tua siswa menilai, pelajaran agama Islam, utamanya di sekolah umum dirasa masih kurang, meskipun beberapa di antaranya memasukkan pelajaran agama Islam lebih banyak.

Hal ini ditunjukkan dengan masih cukup banyaknya jumlah madrasah diniyyah, mulai dari perkotaan hingga wilayah pedesaan. Di Rembang sendiri, jumlahnya telah mencapai ratusan lembaga, dan diharapkan masih terus bertahan hingga nanti.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang melalui Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Musthofa menyampaikan hal tersebut menjelang pelaksanaan ujian bersama madrasah diniyyah yang akan dilaksanakan pada 23-26 Mei mendatang.

Menurutnya, sebagai warisan ulama, keberadaan madrasah diniyyah memang tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena keberadaan lembaga ini sudah ada sejak dahulu, bahkan telah mengakar kuat di masyarakat.

Atas dasar itu, beliau menyambut gembira pelaksaan ujian bersama madrasah diniyyah tersebut. Hal ini menunjukkan adanya perhatian yang semakin besar terhadap lembaga yang beroperasi pada sore hari ini. “Hal ini tentu membawa angin segar bagi masyarakat, karena perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan ini kian besar. Meskipun awalnya, penyelenggaraan ujian ini baru pada tingkat awaliyah saja”, ujar Musthofa.

Ditambahkan Musthofa, ujian bersama ini bertujuan untuk mengukur dan menilai pencapaian kompetensi santri madin. Ujian ini akan terukur dengan standar soal yang disusun secara seragam di seluruh provinsi jawa Tengah.

Sesuai dengan juklak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ujian bersama ini akan dilaksanakan pada 23-25 Mei 2015. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang bersama dengan Forum Komunikasi Madrasah Diniyyah Takmiliyah Kabupaten Rembang tengah mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan ujian bersama ini.

“Dalam ujian bersama ini, Kemenag berperan dalam penggandaan soal. Dan bersama-sama dengan FKDT, kami akan mendistribusikan soal secara merata di seluruh penyelenggara madrasah diniyyah di Rembang yang telah memiliki izin operasional”, jelas Musthofa.

Musthofa berharap, penyelenggaraan ujian ini akan berjalan sukses tanpa kendala. Karena program ini merupakan kali pertama diselenggarakan. Kendati demikian, Musthofa mengharapkan, ke depan, ujian bersama ini tak hanya diperuntukkan madin tingkat awaliyah saja, namun juga wustho dan ula.—Shofatus Shodiqoh