Pemilu Harus Jadi Pesta Penuh Kegembiraan

Salatiga – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Fahrudin berharap pemilu tahun 2019 bisa dirasakan oleh masyarakat sebagai pesta yang penuh kegembiraan untuk mempergunakan hak suara, seperti  suasana Idul Fitri ataupun Natal. Harapan tersebut disampaikan dalam Festival Pengawasan Lintas Iman yang dilaksanakan Bawaslu bekerjasama dengan Percik Salatiga di kampung Percik Salatiga, Selasa (7/8)

“Untuk mewujudkan suasana yang kondusif dalam persiapan Pileg dan Pilpres diharapkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memberikan statmen yang menyejukkan kepada masyarakat, jangan mengeluarkan statmen yang provokatif yang daapt memecah belah umat dan masyarakat,” lanjut Fahrudin.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pelaksana Harian (Plh) Walikota Salatiga, Muh Haris, Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, M Fajar Subkhi, Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga, Fahrudin, Kapolres Salatiga, AKBP Yimmy Kurniawan, Ketua FKUB, KH. Noor Rofiq dan Ketua MUI, Dr Saifudin Zuhri. Adapun peserta berjumlah 120 yang berasal dari seluruh perwakilan elemen masyarakat Kota salatiga, mulai dari unsur pemerintah, LSM, Organisasi kemahasiswaan, Organisasi Pemuda, Organisasi Keagamaan, Tokoh Masyarakat, KPU serta Bawaslu Kota Salatiga.

Dalam sambutan sekaligus keynote speaker, Muh Haris menjelaskan kondisi sosial dan politik Kota Salatiga.

“Kota Salatiga adalah kota paling toleran se-Indonesia bersama lima daerah lainnya. Tingkat toleransi yang tinggi memiliki korelasi dengan kesejahteraan masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat berpengaruh kepada tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu. Kota Salatiga adalah kota dengan prosentasi terendah di Jawa Tengah dan teryata partisipasi dalam pemilihan Gubernur kemarin mencapai 78 persen, sedang pada pemilihan Kepala Daerah (Walikota dan Wakil Walikota) mencapai angka 82,9 persen,” jelas Plh. Walikota Salatiga.

Festival Pengawasan Lintas Iman diisi dengan berbagai kegiatan ilmiah kepemiluan dan kesenian serta testimoni tokoh agama dalam pemilu di Kota Salatiga. Tertimoni disampaikan oleh Dr. Saefudin Zuhri dari Islam, Pdt. Prasetyawan dari BKGS, Romo Arto Subroto dari Gereja Katholik, Nyoman Suasma dari Perisada Hindu Dharma Indonesia, Go Soe Hien dari perwakilan Budha dan Hoo Tjen Oen dari Kong Hu Cu.

Sementara pemateri talkshow adalah, Hery Wibowo dari Percik. KH Noor Rofiq dari FKUB, Ratmat Bagja dari Bawaslu RI dan Jerry Sumampau dari JPPR. Disela-sela acara ditampilkan kesenian barongsai, musik gambus dari IAIN Salatiga, tari dan paduan suara. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon perdamaian di kebun Kampung Percik.(KK-Mnc/Sua)