Pemkab Gandeng Kemenag Gelar Sarasehan Keagamaan

Karanganyar – Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Kementerian Agama menyelenggarakan Sarasehan Keagamaan, Senin, (10/12). Kegiatan yang terselenggara di Aula Kantor BKK Tasikmadu ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Karanganyar Samsi, Kepala Kemenag Ahmad Nasirin, Kepala Kesbangpol Agus Cipto Waluyo dan Kabag Kesra Agam Bintaro.

Membuka jalannya kegiatan, Sekda Karanganyar mengatakan bahwa sarasehan keagamaan ini diadakan dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan di Kabupaten Karanganyar, yang mana peserta dari kegiatan tersebut adalah Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS se Kabupaten Karanganyar, Ormas Islam dan Tokoh-tokoh agama di Kabupaten Karanganyar.

“Dengan berkumpulnya kita disini, semoga akan terjadi kesepahaman yang sama tentang komitmen berama untuk meningkatkan persatuan bangsa. Harapannya bapak/ibu nanti menyebarkan kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing untuk bersatu membangun bangsa,” kata Samsi.

Terkait dengan kerukunan yang ada di Kabupaten Karanganyar, Sekda Karanganyar menghimbau tokoh agama untuk menyelesaikan konflik di internal agamanya masing-masing. Disamping itu, Samsi juga berpesan agar sesama tokoh agama untuk meningkatkan silaturahminya.

“Kalau ada persoalan di internal umat Islam, mohon hal itu diselesaikan di MUI atau di Kemenag saja, jangan sampai sampai di aparat, karena itu malu. Sebenarnya, kunci kerukunan adalah kalau pimpinannya saling silaturahmi, maka nanti anak-anak jenengan akan ikut juga,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama, Ahmad Nasirin yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa penting untuk dilakukan penataan yang baik dalam setiap rencana kerja pemerintahan. Menurutnya, dengan organisasi yang tersusun dengan rapi akan meningkatkan presentasi keberhasilan pekerjaannya.

“Penataan yang baik perlu diberdayakan, karena kalau tidak tersusun dengan baik akan runtuh. Kaidahnya adalah Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir,” jelas Ahmad Nasirin. (ida-hd/wul)