Pemuda Harus Mencontoh Perjuangan Nabi Dalam Menghadapi Tantangan Jaman

Sragen – Pada era globalisasi ini, banyak hal yang berubah. Perubahan perilaku remaja adalah contoh kecil dari sekian banyak akibat dari globalisasi. Pergaulan remaja sudah tidak ada batasnya. Banyak remaja yang melakukan hal-hal yang sangat merugikan dirinya dan orang lain.

Dalam rangka mempersiapkan generasi yang mempunyai karakter yang kuat untuk membentengi diri pada era globalisasi ini, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Gemolong mengadakan silaturrahmi ustadz ustadzah, pemuda dan karang taruna se Kecamatan Gemolong pada Selasa (28/03).

Acara silaturahmi yang dikemas dengan acara diskusi ini mengambil tema “Remaja dan Problematikanya di Era Global” dan bertempat di pendopo Kecamatan Gemolong dengan narasumber DR. Muhammad Nur Salim dan Aiptu Suyana dari Binmas Polres Sragen.

Acara dibuka oleh Camat Gemolong Pujiatmoko. Dalam sambutannya ia mengingatkan generasi muda sebagai penerus perjuangan maka harus memiliki karakter yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW sehingga dapat menghadapi problem dimasa mendatang yang tantangannya lebih berat. “Pemuda harus mencontoh Nabi Muhammad dalam perjuanganya agar bisa menghadapi tantangan jaman”, ujar Pujiatmoko. 

Sementara itu sebagai pemateri pertama, Suyana dari Polres Sragen memaparkan pentingnya memperkuat pondasi karakter yang didasarkan agama. “Kuatkanlah pondasi agama kalian, sebab dengan pondasi agama yang kuat, godaan untuk berbuat maksiat akan terhindar”, paparnya. Banyak terjadi kriminalitas, perkosaan , pelecehan seksual dan kemaksiatan yang lain disebabkan tidak mempunyai pondasi agama yg kuat. “Konsep agamalah yang dapat menyelesaikan persoalan dimasa depan”, tegasnya sekali lagi.

Selanjutnya materi kedua disampaikan DR. Muhammad Nursalim. Nursalim yang juga kepala KUA Tanon itu menyampaikan bahwa silaturahmi ada dua yakni silaturahmi secara fisik dan silaturahmi ruh. “Silaturahmi itu ada 2, silaturahmi fisik dan silaturahmi ruh” paparnya.  

“Silaturahmi fisik yaitu bentuk silaturahmi yang menghadirkan fisik seperti kunjungan kepada saudara, tetangga dan lain lain dengan mendatanginya”, jelas Nursalim. “Sedangkan silaturahmi ruh yakni silaturahmi yang tidak menghadirkan fisik, silaturahmi ini bisa berwujud surat, SMS, telepon dan doa”, tambahnya. Kedua silaturahmi ini sama sama hebat dan bisa mendekatkan hati sesama.

Kegiatan yang juga dihadiri Kepala Desa dan Lurah se Gemolong itu diakhiri dengan pembagian door prize kepada para peserta. (asep-ira1/Wul).