Penanaman Mangrove Wujud Kepedulian Umat Hindu Terhadap Lingkungan

Semarang (Hindu) –  Umat Hindu akan memperingati hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 pada tanggal 28 Maret 2017.  Rangkaian kegiatan yang mengikutinya adalah bakti sosial dan ritual keagamaan.  Rangkaian kegiatan Nyepi di Kota Semarang selain menyediakan sembako murah, pengobatan gratis bagi warga disekitar Pura Agung Giri Natha di Jalan Sumbing nomor 12 Semarang, disamping itu panitia juga menyelenggarakan bakti sosial penanaman Mangrove (pohon bakau) di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Minggu (12/03).

Hadir pula dari institusi pemerintah diantaranya Pemerintah Kota  Semarang, Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Lingkungan  Hidup Dan Kehutanan Jawa Tengah serta beberapa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

Ketua Panitia Agung Anny Rochwati menyampaikan, melalui tema Bersatu dalam Kebhinekaan kami bermaksud kegiatan ini bisa menjadi sarana menjalin kerukunan dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Implementasinya, dalam penanaman mangrove juga dihadiri oleh lintas iman saudara-saudara dari Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Khonghucu dan Penganut Kepercayaan.

“Kegiatan bakti sosial penanaman mangrove ini menjadi istimewa karena diikuti oleh berbagai unsur umat beragama sekaligus penganut kepercayaan,” ujar Agung Anny Rochwati.

Hadir dalam pembukaan Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Isdiyanto mengungkapkan bahwa pemerintah dalam melaksanakan pembangunan selalu melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat, dengan melibatkan mereka pembangunan menjadi tanggung jawab bersama.

“Dengan bakti sosial penanaman Mangrove ini menunjukan bahwa sedulur-sedulur dari umat Hindu  komitmen terhadap program pemerintah sekaligus peduli terhadap lingkungan,” ungkap Isdiyanto.

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, I Nengah Wirta Darmayana menyatakan, peran serta masyarakat sangat penting dalam menjalankan program-program pembangunan pemerintah.

“Penanaman mangrove sebagai wujud kepedulian umat Hindu dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup yang dicanangkan dalam program pemerintah Kota Semarang,” ujar I Nengah Wirta Darmayana.

“Menjaga hubungan manusia dengan lingkungan melalui bakti sosial penanaman mangrove merupakan salah satu implementasi pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana,” imbuhnya. (jks/gt).