“Pencairan Keuangan Harus Berpedoman Regulasi Yang Ada

Wonosobo (Kemenag) – Guna meningkatkan Kemampuan pengelolaan keuangan, Kantor Kemenag Wonosobo bersinergi bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Banjarnegara dan hadir dalam pembinaan keuangan yang diadakan oleh KPPN Banjarnegara yang berlangsung di Aula KPPN Banjarnegara pada Selasa (26/01). Hadir sebagai peserta pembinaan keuangan yakni Bandahara Umum KanKemenag Wonosobo, PPK dan Bendahara Satuan Kerja (Satker).

Menurut Suyoto, Kepala KPPN Banjarnegara mengatakan pembinaan pengelolaan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan kinerja kantor.

“Kemampuan dalam pengelolaan keuangan memiliki peran signifikan dalam pengelolaan kegiatan kantor. Maka dari itu perlu adanya pembinaan pengelolaan keuangan tahun anggaran 2019 dengan meilbatkan PPK dan Bendahara Satker,” jelasnya.

Acara yang berlangsung satu hari penuh itu dimana KPPN Banjarnegara menjelaskan terkait pencairan keuangan, Transaksi Non Tunai dan Alur Pencairan dana DIPA.

“Pencairan keuangan harus berpedoman dengan regulasi yang ada. Dan untuk transaksi akan lebih akuntabel jika dilakukan dengan cara non tunai selanjutnya alur pencairan dan DIPA harus dilakukan dengan sistem dan aplikasi. Semua sudah dimudahkan dan disediakan,” imbuh Suyoto.

Sementara ditemui ditempat berbeda Kepala Kantor Kemenag Wonosobo, Muhammad Thobiq, memberikan komentar positif terkait kegiatan tersebut.

“Melalui pembinaan pengelolaan keuangan kita wujudkan tata kelola keuangan yang baik dan akuntabel. Jadi tindakan yang benar jika secara continue pembinaan ini terus dilaksanakan hingga tercapai penyelenggaraan keuangan negara yang tepat sasaran baik secara nominal atau jumlah dan sesuai dengan regulasi,” ungkap  M Thobiq.

Pihaknya juga berharap bendahara atau ASN Kemenag Wonosobo dapat menyerap ilmu saat mengikuti pembinaan dan bisa diaplikasikan pada Kantor Kemenag Wonosobo. (PS-WS/Wul)