Pendidikan dini bentuk karakter anak

Rembang — Pendidikan usia dini merupakan pendidikan yang paling strategis dalam pertumbuhan manusia. Apa yang terbentuk ketika usia dini, akan sangat menentukan watak dan kepribadian seseorang hingga dewasa nanti. Hal ini harus disadari oleh semua masyarakat, terutama pendidikan dan bekal pengetahuan agama pada anak-anak yang tergolong usia emas (golden age) ini.

Demikian mengemuka dalam rapat koordinasi Guru PAI TK se-Kabupaten Rembang yang diselenggarakan oleh Seksi PAIS tadi pagi di aula Kankemenag Kabupaten Rembang. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan TK, Widhi Sanyoto dan Kepala Kankemenag kabupaten Rembang, H. Atho’illah.

Atho’illah menekankan pentingnya pendidikan agama pada usia dini. Menurutnya, pendidikan pada anak-anak ini memiliki keistimewaan tersendiri. Pola pendidikan yang diberikan bukanlah sebatas pengajaran seperti halnya di SD, SMP, dan SMA. Namun yang lebih penting adalah unsur-unsur lain yaitu pengawalan, pendampingan, dan keteladanan.

“Apa yang didapat anak-anak ketika usia dini, akan membekas hingga dewasa nanti. Pengajaran pada anak-anak ini memberikan andil yang sangat besar dalam membentuk keperibadian seseorang. Oleh karena itu kami harap guru TK agar memberikan yang terbaik kepada peserta didik TK, utamanya adalah unsur keteladanan,” tandas Atho’illah.

Unsur keteladanan tersebut antara lain tentang perilaku yang didasarkan atas ajaran agama. Pada usia dini, anak-anak selaiknya diajarkan dan dicontohkan bagaimana bertata krama kepada orang tua, bertata krama kepada lingkungan, kepada sesama, dan melatih ibadah wajib, seperti sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Kasi PAIS Kankemenag Kabupaten Rembang, Hj. Ruchbah meminta kepada Kepala TK untuk mengikutsertakan peserta didiknya dalam gebyar PAI ini. Menurutnya, acara yang pertama kali digelar ini akan bisa memicu peserta didik TK untuk bersemangat dalam mendalami ajaran agama Islam.

Sementara Widhi Sanyoto sangat mendukung kegiatan tersebut. Beliau menekankan, perhelatan lomba ini bukanlah memasang target untuk menjadi juara. “Yang terpenting adalah memberikan pendidikan kepada anak untuk berakhlaq mulia,” sambungnya.—Shofatus Shodiqoh