Pendidikan Politik di Madrasah : Debat Pemilos MA Al Asror Kota Semarang

Semarang – Pendidikan politik bukan berarti mengarahkan anak-anak pada kepentingan politik tertentu. Pendidikan politik di madrasah justru mengenalkan siswa madrasah pada nilai-nilai penting politik dimulai dari kehidupan di madrasah. Berujud kegiatan Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, pendidikan politik dilaksanakan di MA Al Asror Kota Semarang, Selasa (23/10).

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemilihan Ketua OSIS (pemilos) masa bakti 2018/ 2019 dan sekaligus partisipasi MA dalam ajang Lomba Pemilos yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang,” tutur Sya’roni mewakili Kamad didampingi Bayu Waka Kesiswaan.

Dikatakannya, sukses kegiatan ini atas dukungan berbagai pihak, siswa, kepala madrasah, guru, karyawan dan juga tim bimtek dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Pihaknya berterima kasih kepada tim bimtek KPU Kota Semarang yang telah membimbing siswa MA Al Asror sehingga debat dapat berjalan lancar.

Selanjutnya Sya’roni berpesan kepada semua pasangan calon bahwa ketua OSIS adalah pemimpin.

“Kelak, semua pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Sehingga jika besok di antara paslon terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS hendaklah menjadi Ketua OSIS yang berjangung jawab,” tegasnya.

Debat diikuti oleh 3 pasangan calon, paslon nomor 1 Khoirunnisa Faukaloba (Klas X IPA1) dan Rizki Kurnia Pradana (Klas XI IPA1). Paslon 2 Syafiq (Klas XIPS1) dan Nita Ari Octavia (Klas XIPS2). Sedangkan Polana Aji Istanto (Klas XI IPA1) dan Ahan Farhan Jazila (XIPA2) sebagai paslon nomor urut 3.

Disamping para siswa, debat bertemakan Santri Nusantara Berdemokrasi Pancasila disaksikan para guru dan karyawan madrasah. Para paslon menyampaikan visi, misi dan program kerja serta debat antar pasangan calon.

Sedangkan tahapan berikutnya pemungutan suara dilaksanakan Rabu (24/10).

Secara terpisah, Harto Rudiyono selaku Juri Pemilos dari KPU Kota Semarang menyampaikan kegiatan lomba ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai pembelajaran politik dan berdemokrasi kepada siswa siswi SLTA yang sebentar lagi akan terdaftar sebagai pemilih pemula dalam pesta demokrasi tahun depan.

Lomba Pemilos (Pemilu OSIS) Kota Semarang diikuti oleh 31 SLTA yang terdiri dari MA, SMA dan SMK se-Kota Semarang.(az-ch/gt)