Penegerian MTs Satu Atap Kedungwaru Lor, Tuntut Peningkatan Kualitas Pendidikan.

Demak– Peresmiaan penegerian menjadi jembatan penghubung antara tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Karena sektor pendidikan merupakan kunci utama bagi perkembangan aspek-aspek kehidupan masyarakat. Untuk itu Kementerian Agama sangat mendukung, karena  grafik  mutu pendidikan harus selalu meningkat. Hal tersebut disampaikan Pl.t Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Muhaimin, pada acara peresmian penegerian MTsN 6 Demak di halaman MTsN  setempat, Rabu (27/03).

Muhaimin mengatakan, dengan dinegerikannya MTs Satu Atap Kedungwaru Lor Karanganyar menjadi MTs Negeri 6 Demak  agar dapat mengelola penambahan fasilitas pendidikan secara professional dan bertanggung jawab, sehingga keberadaannnya benar-benar optimal sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas  pendidikan.

“Kami atas nama Kementerian agama Kabupaten Demak , menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada segenap keluarga besar MTsN 6 Demak  atas peresmian penegerian.  Semoga Madrasah ini nantinya bisa berfungsi secara baik dan bermanfaat,” harapnya.

MTs Satu Atap Kedungwaru Lor Karanganyar berdiri tahun 2010 kemudian perjalanan waktu di tahun 2012 berubah nama menjadi MTs SA filial MTsN Jatisono Gajah. Kurang lebih enam tahun MTs Satu Atap Kedungwaru Lor Karanganyar filial MTsN Gajah dan sekarang resmi menjadi MTsN 6 Demak. Ini tentu membutuhkan perjuangan dan persiapan yang tidak ringan.

“Maka dari itu sesuatu yang sudah diraih untuk terus menerus dipertahankan dan ditingkatkan lebih-lebih dalam hal pendidikan,” ujar Muhaimin.

Muhaimin sangat berharap, agar semua elemen masyarakat   bisa bahu-membahu menghidupkan lembaga pendidikan agama Islam  yang ada, karena madrasah adalah benteng diri, serta sarana untuk belajar agama dan bertaqwa kepada Allah SWT. Khusus bagi generasi muda sangat diperlukan pendidikan agama, supaya tetap berada pada norma-norma agama dan negara.

“Dengan diresmikan MTsN 6 Demak ini diharapkan kepada anak-anak generasi muda kedepannya dapat menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Demak, sehingga kedepannya tumbuh menjadi anak yang cinta kepada agama dan budaya yang menjadi kebanggaan orang tua masing-masing,” harapnya.

Keberadaan MTsN 6 Demak ini, Muhaimin berharap agar bisa  menjadi motivasi orang tua mempercayakan pendidikan agama putra-putrinya. Disamping itu, pendidikan agama juga harus sejalan dengan pendidikan kenegaraan.

“Semoga MTsN 6 Demak bisa jadi pabrik ilmu agama untuk masa depan, tentunya sejalan dengan ilmu kenegaraan. Sehingga penerus bangsa miliki ilmu agama  dan ilmu kenegaraan yang kuat sehingga menjadi benteng menghadapi persaingan di masa depan,” pesannya.(ms/Wul)