Penerapan 4C Perlu Terus Ditingkatkan

Sukoharjo – Bangsa ini belumlah makmur dan sejahtera meskipun dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, keindahan alamnya yang laksana surga menghampar hijau dengan sungai-sungainya yang mengalir dan tak sedikit negara-negara lain memuji-mujinya. Perlu generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, cerdas, memiliki karakter dan keterampilan yang mumpuni untuk dapat mengelola segala potensi yang dimiliki bangsa ini demi terwujudnya Negara Indonesia yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

Sudarno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo menyampaikan hal tersebut dihadapan 104 pelajar SD, SMP, SMA/SMK yang akan mengikuti Perlombaan yang diadakan oleh seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kankemenag Kabupaten Sukoharjo di Ballroom Hotel Istana Hapsari, Rabu (09/08).

Acara tahunan yang digelar PAIS dan terangkum dalam Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam kali ini mengambil tema memantapkan keberagamaan dan merawat Keberagaman. Ada 5 cabang kejuaraan yang dilombakan sesuai dengan tingkatan masing-masing yakni lomba Pidato, Mushabaqoh Hidzfil Qur’an (MHQ), Cerdas Cermat yang diikuti oleh perwakilan dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo, Mushabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Kaligrafi.

Menurut Sudarno, kegiatan seperti ini adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dari generasi penerus bangsa yang digadang-gadang ketika 100 tahun Indonesia merdeka, nantinya akan menjadi generasi harapan bangsa yang mumpuni.

“Tepatnya tahun 2045, akan menjadi generasi yang handal menggerakkan negeri ini mencapai negeri yang dicita-citakan negeri yang baldatun thoyibatun warobbun ghofur,” terang Sudarno.

Lebih jauh Sudarno menjelaskan, bahwasanya untuk memulai dalam membentuk generasi penerus bangsa yang handal ada muatan-muatan yang dititipkan dalam sistem pendidikan di negeri ini, terutama pembentukan akhlakul karimah yang ditunjang dengan Creative thinking, Critical Thinking, Colaboration dan Communication (4C) yang jika disejajarkan dengan Negara-negara di ASEAN pengaplikasian 4C tersebut Indonesia masih rendah.

”Kalau 4C itu dijajaran internasional ASEAN secara rata-rata kita masih dianggap rendah,” terangnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Ihsan Muhadi, bahwasanya untuk mewujudkan dan menguatkan karakter serta menanamkan budi pekerti yang luhur juga dapat ditempuh melalui pendidikan yang ramah bagi anak, selain mengadakan kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasanya dapat dipertajam dan diperkuat dengan cara melibatkan mereka untuk menambah kegiatan ekstrakurikuler, melibatkan mereka dalam kegiatan keagamaan sedini mungkin dan melibatkan orangtua dan lingkungan untuk berperan serta secara aktif baik berupa pengawasan maupun dukungan.

“Kadang kita terlalu nyaman dengan kondisi kita dan kurang empati dengan kondisi anak-anak kita,” terangnya.

Kakankemenag menggaris bawahi bahwa kegiatan yang diadakan PAIS ini lebih ditujukan kepada peningkatan kreatifitas anak didik, sarana silaturahmi dan sebagai tolok ukur sejauh mana syiar-syiar keegamaan yang telah diadakan di masing-masing sekolah peserta lomba.(Djp/Wul)