Penerapan Protokol Kesehatan Gereja Kristus Penebus Kota Magelang

Kota Magelang, Sabtu (08/05) Gereja Kristus Penebus yang dirintis pada tahun 1973, merupakan salah satu gereja besar yang terdapat di Kota Magelang. Gereja ini digembalai oleh bapak Pdt. Dr. Timothy Roy Kartiko, MA beserta sang istri ibu Pdt. Lea Sinta Tedjowati, MA. Gereja ini dapat dijumpai di Jln. Sunan Kalijaga 5-7, Kota Magelang. Mengglobalnya pandemi Covid-19, tentunya mempengaruhi kegiatan pada gereja ini. Sebagian kegiatan gereja diberhentikan untuk sementara dan pembatasan usia juga dilakukan untuk ibadah umum di hari minggu. Menghadapi pandemi sekarang ini Gereja Kristus Penebus secara ketat menjalankan protokol kesehatan saat beribadah.

Protokol kesehatan pada saat beribadah merupakan hal yang sangat penting dalam menghadapi new normal dimasa pandemi covid-19 ini. Protokol kesehatan 5M sekarang ini semakin digalakkan di kalangan gereja gereja di kota Magelang, begitu juga Gereja Kristus Penebus. Protokol kesahatan yang terdiri dari 5 langkah sudah dijalankan dengan baik oleh Gereja Kristus penebus. Pertama yaitu mencuci tangan, Gereja Kritus Penebus menyediakan 4 wastafel di sekitar gereja sebagai fasilitas bagi jemaat untuk mencuci tangan. Tak hanya wastafel, gereja juga menyediakan handsanitiser di berbagai sudut gereja. Protokol kesehatan yang kedua, mememakai masker, juga diterapakan sangat baik di Gereja Kristus Penebus. Semua jemaat diwajibkan menggunakan masker saar memasuki wilayah gereja. Tak hanya jemaat, para pelayan Tuhan yang juga melayani pun ikut serta menggunakan masker. Gereja Kristus penebus juga menyediakan masker gratis untuk jemaat yang sekiranya lupa mengenakan masker. Gereja juga menyediakan thermogun pada pintu masuk gereja dan juga petugas yang membatu mengukur suhu jemaat. Protokol kesehatan yang ketiga menjaga jarak juga diterapakan dengan baik dalam kegiatan setiap kursinya di beri jarak 1,5-2 meter. Gereja yang tadinya berkapasitas 2000 orang ini, kini hanya di gunakan untuk 470 orang perminggunya.

Menghindari kerumunan, Gereja Kristus Penebus menghimbau jemaat untuk keluar secara bergilir saat selesai ibadah, Gereja Kritus Penebus memfasilitasi 3 pintu keluar dan 40 petugas dalam gereja untuk membantu jemaat dalam menemukan tempat duduk dengan cepat. Bapak dan Ibu gembala juga senantiasa mengingatkan Jemaatnya untuk mengurangi mobilisasi. Dalam mengurangi mobilisasi dan kerumunan Gereja Kristus Penebus juga menyediakan layanan live streaming, agar jemaat lain juga bisa mengikuti ibadah dari rumah saja. Live streaming ini disiarkan melalui berbagai platform salah satunya Youtube. “pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai sarana pemutus rantai penyebaran covid-19. Gereja Kristus Penebus sudah mengikuti dengan semaksimal mungkin anjuran pemerintah dan akan selalu mengikuti protokol kesehatan“ terang Pdt. Lea Sinta Tedjowati. (Rosa)