Pengabdian Pada Negara Ada Batasnya

Semarang – Pengabdian pada negara seseorang mempunyai batasan waktu tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku, sebagaimana pengabdian yang dilakukan oleh ASN pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, hari ini 30/09 diadakan perpisahan masa pengabdian pada Pemerintah oleh ibu Siti Zainatun dan  Sri Muryanti dengan Teman ASN lainnya yang diadakan di Aula Lantai III gedung A Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Jl. Sisingamangaraja No. 5 Semarang, acara dihadiri oleh ASN Kanwil Kemenag Prov. Jateng.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Syaifuddin Zuhri mengatakan bahwa semua pegawai atau ASN yang mengabdi pada Pemerintah mesti ada batasnya, apabila telah mencapai usia tertentu, semua akan mengalami purna tugas atau pensiun.

Ia juga berharap semoga kita dapat meyelesaikan tugas Negara ini dengan diakhiri dengan predikat pensiun masih dalam keadaan sehat, tak lupa Syaifuddin juga mewakili dari semua ASN Kanwil kemenag Prov. Jateng berterima kasih serta meminta maaf kepada mereka berdua,  semoga mereka dapat mengabdikan diri di lingkungan masyarakat,

Diakhir sambutannya, beliau berharap walaupun telah purna bhakti dalam pengabdian kepada Negara, namun demikian tali silaturahmi kita tidaklah terputus.

Dalam kata perpisahannya, Zainatun mengatakan  kami juga sadar bahwa selama ini, kami telah melakukan banyak kesalahan baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja yang membuat hati bapak, bapak ibu  tidak berkenan. Oleh karena itu, saya atas nama pribadi dan Ibu Sri dengan tulus dan dari hati kami yang paling dalam menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Zainatun mengatakan terima kasih atas bimbingan yang selama ini diberikan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kami dengan baik, namun demikian kami tetap merasa bahagia karena masih diberi kekuatan dan kesehatan. Tidak terasa waktu terus berjalan  sangat cepat sehingga tidak terasa kami telah memasuki masa purna bhakti.

Pada akhirnya kami berdua mohon pamit dan mohon doa restu kepada bapak/ibu semua semoga kami diberi kekuatan, kesehatan dan ditambah iman kami untuk melanjutkan pengabdian kami di masyarakat .

Dan akhirnya setelah selesai upacara apel perpisahan dilanjutkan dengan ucapan selamat jalan sambil menyalami ibu Siti Zainatun dan Ibu Sri Wuryanti. Selamat mengabdikan diri di masyarakat. (bd)