Pengarahan perdana Ahmadi sebagai Kakanwil

Semarang – Suasana sejuk dan cerah terasa memberikan semagat dan jiwa kerja bagi segenap pegawai di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, apel yang menjadi kegiatan rutin harian setiap pagi menjadi suatu media bagi jajaran pejabat kanwil untuk memberikan pembinaan kepada seluruh pegawai, disamping untuk melatih kedisiplinan bagi pegawai apel pagi juga memberikan semagat tersendiri bagi seluruh pegawai dalam mengawali hari untuk mengabdi kepada Negara dalam melayani masyarakat.

Pagi ini menjadi pagi yang mengawali langkah Drs. H. Ahmadi, M.Ag dalam tugasnya sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang baru, sejak dilantik oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) pada kamis (27/11) yang lalu. Segera setelah segala proses administrasi dan kepindahan selesai Ahmadi langsung bersiap untuk menjalankan amanahnya bertugas di Jawa Tengah.

Seperti telah kita ketahui bersama Ahmadi sempat pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha di Kanwil Kemenag Prov. Jateng kurang lebih 11 bulan lamanya terhitung sejak 19 Juli 2013 hingga 18 Juni 2014. Masuknya Ahmadi di Jawa Tengah sebagai Kabag TU saat itu sempat memberikan warna tersendiri bagi Kanwil Kemenag Prov. Jateng, sekalipun Beliau bukan seorang pribumi Jawa namun sifat halus dan perilaku santun Beliau menjadikan Beliau dekat dengan pegawai mulai dari jajaran pejabat, staf hingga tenaga out sourcing baik dalam kegiatan formal maupun non-formal.

Mengawali pengarahannya sebagai pengambil apel, Ahmadi menyampaikan bahwa “Saya hadir kembali ke Jawa tengah ini dalam rangka bersama-sama melanjutkan program kerja yang telah kita canangkan dan laksanakan bersama pada awal tahun anggaran 2014 yang lalu, seperti halnya baju yang Saya kenakan ini juga masih baju yang sama saat dulu masih bertugas disini, jadi tidak ada bedanya, hanya saja hampir saya lepas satu persatu logo yang menempel karena saya tidak pernah berfikir untuk kembali ke Jawa Tengah ini terlebih dalam waktu yang secepat ini”.

“Dan menjadi kehendak Allah bagi Saya, Ibarat kata mandi airnya saja belum kering Saya harus kembali lagi ke Jawa Tengah, karena panggilan teman-teman Jawa Tengah ini jauh lebih kuat daripada panggilan teman-teman yang lain, sehingga menjadi takdir Saya untuk bertemu kembali di tengah teman-teman Jawa Tengah dalam rangka melaksanakan amanah dari Bapak Menteri Agama”, lanjut Beliau dengan jenaka.

Kakanwil menegaskan dalam pengarahannya bahwa “Memasuki kabinet kerja, sesuai pesan yang tersirat dalam namanya tentu saja pada masa pemerintahan kabinet kerja ini tuntutan yang paling penting bagi aparatur sipil negara adalah bekerja, sesuai dengan visi yang telah dicanangkan oleh pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi-JK, Indonesia untuk lima tahun kedepan adalah terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Kesederhanaan visi tersebut akan dimplementasikan dalam masyarakat melalui 9 program prioritas, yang disebut sebagai Nawa Cita. Dari kesembilan program prioritas tersebut yang sangat erat kaitannya dengan Kementerian Agama adalah program kesembilan yakni memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia dan rohnya adalah kerukunan”. Kementerian Agama kedepan akan menambah program Kerukunan Umat Beragama, yang akan diaplikatifkan dalam pembentukan Direktorat Jenderal Kerukunan Umat Beragama, yang akan mulai digulirkan pada tahun anggaran 2015 mendatang.

Mengakhiri pengarahannya Beliau berharap kepada seluruh jajaran pegawai Kementerian Agama khususnya di Jawa Tengah “Mari bersama kita netralkan kepentingan, kita satukan tekad untuk berada pada garis yang sama guna meraih cita-cita dan tujuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Memasuki penghujung tahun anggaran tahun 2014, Saya berharap supaya jangan memaksakan diri pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan karena waktu tinggal beberapa hari lagi, mari kita benahi yang sudah kita lakukan, kita sempurnakan dokumentasi yang belum terselesaikan dan mari kita rapikan segala sesuatu yang terkait pelaksanaan anggaran tahun 2014”. (gt)