Pengawas adalah Guru dari Guru

Pemalang – Guru merupakan jajaran terdepan dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru setiap hari bertatap muka dengan siswa dalam proses pembelajaran. Karena itu guru yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh setiap sekolah.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, memerlukan pendidikan profesional dan sistematis dalam mencapai sasarannya. Efektivitas kegiatan kependidikan di suatu sekolah dipengaruhi banyaknya variabel (baik yang menyangkut aspek personal, operasional, maupun material) yang perlu mendapatkan pembinaan dan pengembangan secara berkelanjutan.

Proses pembinaan dan pengembangan keseluruhan situasi merupakan kajian supervisi pendidikan. Peran Pengawas PAI sebagai salah satu penjamin mutu internal dalam dunia pendidikan khususnya Pendidikan Agama Islam sangat diharapkan eksistensinya demi mencapai tujuan pendidikan.

“Pengawas adalah guru dari guru maka dalam menjalankan perannya seorang pengawas harus bersikap dan bertindak layaknya seorang guru. Jiwa guru harus dikedepankan, supervisi yang dilaksanakan bukan inspeksi untuk mencari kesalahan tetapi membantu guru agar dapat berkembang potensinya,” demikian dijelaskan oleh Pengawas PAI tingkat SMP, SMA/SMK pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang Mis Zubaedah, Kamis (3/8).

“Pembinaan yang diberikan sesuai permasalahan yang dihadapi para guru. Agar pembinaan terarah maka dimulai dari merencanakan program, melaksanakan program, menilai, mengevaluasi program serta menindaklanjuti hasil evaluasi program. Hasil evaluasi program ditindaklanjuti dengan memberikan pembimbingan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Mis Zaubaedah menuturkan pembimbingan diperlukan karena guru profesional dituntut untuk bekerja secara profesional dengan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan proses pembelajaran. Untuk menghasilkan proses pembelajaran yang bermutu dimulai dari perencanaan yang baik. Apalah artinya perubahan kurikulum tanpa diiring perubahan dalam proses pembelajaran di kelas.

Pembimbingan dilakukan dengan teknik individual mengingat kemampuan setiap guru berbeda. Dengan melakukan percakapan antar pribadi dapat menggali kemampuan guru sejauh mana guru memahami tupoksinya. (miz/fi/rf)