Pengawas Harus Mengawal Pengelolaan Madrasah Binaannya

Semarang – Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Semarang, Moch Fatkhuronji menegaskan, pengawas madrasah sebagai salah satu komponen penjamin mutu pendidikan mempunyai tugas dan tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas madrasah yang ada di wilayah binaannya.

Penegasan tersebut disampaikan Fatkhuronji saat membuka pelatihan Praktik Baik Managemen Berbasis Sekolah yang diselenggarakan Tanoto Foundation bekerja sama dengan UIN Walisongo, Kemenag Kota Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang di Hotel Amaris Semarang, Rabu (29/10).

Ditambahkan Fatkhuronji, peran pengawas dalam pengelolaan madrasah  sangat penting dalam menjadikan madrasah bermutu. Pengawas dapat mendampingi kepala madrasah sejak awal untuk menjadi manajer profesional,

 “Pengawas harus mendampingi kepala madrasah sejak awal agar madrasah binaannya bermutu, berprestasi, dan bahkan menjadi madrasah unggulan,” tegasnya.

Menurutnya, kerja sama dengan Tanoto Foundation sangat bermanfaat bagi peningkatan mutu madrasah. Pelatihan kali ini dititik beratkan pada praktek pembelajaran guru di kelas, praktik budaya baca, dan praktik managemen berbasis sekolah/ madrasah.

“Hasil pelatihan ini segera dideseminasikan kepada guru, kepala madrasah, dan pengawas lain yang belum berkesempatan ikut pelatihan,” imbuhnya.

Ketua Koordinator Tanoto Foundation Kota Semarang, Diah Karyati menjelaskan, Pelatihan diikuti 135 peserta yang terdiri dari guru, kepala madrasah, dan pengawas Kemenag Kota Semarang. pelatihan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan diawali pada tanggal 24 Oktober dan akan berakhir tanggal 12 Nopember dan dilanjutkan dengan pendampingan madrasah mitra oleh Tanoto Foundasion selama 3 bulan.

”Kegiatan pelatihan ini dalam rangka meningkatkan mutu madrasah dalam hal pembelajaran, budaya baca di madrasah dan managemen berbasis sekolah/ madrasah,” ucap Diah.

(Sry-TM-Amh/gt)