Pengawas Madrasah Sukseskan Program Dokter Kecil

Semarang – Peran dokter kecil di sekolah sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kesehatan peserta didik. Oleh karena itu, semua sekolah dan madrasah termasuk Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) diharapkan ikut melaksanakan program dokter kecil. Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Kecamatan Gayamsari Kota Semarang Heri Wibowo dalam pertemuan lintas sektoral di aula Puskesmas Gayamsari Kota Semarang, Selasa (18/04).

Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, kepala sekolah dan lurah.

Menurut Heri, pihaknya sangat terbuka untuk memberikan pelatihan dokter kecil di sekolah/madrasah dalam satu gugus. Pelatihan ini dapat dilaksanakan di sekolah/madrasah atau dapat juga bertempat di Puskesmas. “Kami minta bantuan pengawas sekolah/madrasah agar mendorong sekolah binaannya untuk ikut mensukseskan program dokter kecil ini,” pintanya.

Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi persyaratan dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.

Dalam rakor tersebut, Kemenag Kota Semarang diwakili oleh Amhal Kaefahmi (pengawas madrasah)  dan Arif Qomaruddin (pengawas Pendidikan Agama Islam). Amhal menjelaskan bahwa sekolah/madrasah merupakan lembaga vital dan ideal untuk mulai mengenalkan dan melaksanakan pendidikan kesehatan. Program Dokter Kecil adalah salah satu upaya memberikan pendidikan kesehatan bagi siswa dan menanamkan pelaksanaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah/madrasah, di rumah maupun lingkungan masyarakat.

“Meski sarana prasarananya terbatas, kami tetap mendorong agar semua madrasah berupaya dalam mewujudkan program dokter kecil ini. Program ini dimaksudkan agar siswa dapat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat pula,” ujar Amhal.

Ia memaparkan bahwa rakor lintas sektoral antar Kemenag dengan instansi lain sudah sering dilakukan, kali ini Dinas Kesehatan atau Puskesmas sebagai penyelenggara. Dengan keterlibatan pengawas madrasah dan pengawas PAI Kemenag Kota Semarang, diharapkan dapat ikut membantu menginformasikan program ini kepada semua madrasah binaan pengawas yaitu RA dan MI se-Kota Semarang.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tentang pemberian vaksin baru yang akan dilaksanakan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Vaksin ini diberikan dengan sasaran balita usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun dengan maksud agar sejak awal ada perlindungan (imun) dari usia anak. Pihak Puskesmas akan menjadwalkan semua sekolah dan madrasah mulai dari PAUD, TK/RA, SD/MI sampai SMP/MTs yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2017. (amhl-ch/gt)