Pengawas PAI motivator dan inspiring teacher

Wonogiri – Pengawas memiliki tugas dan tanggung jawab yang strategis dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran. Peranan pengawas dalam melaksannakan tugas-tugas kependidikan dan pembelajaran di sekolah, madrasah yang memberikan supervisi akademik dan manajerial, bukan saja sebagai supervisor pendidikan namun pengawas juga sebagai konselor dan motivator agar dapat menciptakan suasana kondusif dalam proses belajar mengajar di sekolah, madrasah serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dan kepala sekolah.

Untuk itu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) menyelenggarakan seleksi calon pengawas pendidikan agama Islampada sekolah, Senin (23/3/2015) di Aula Kankemenag setempat yang di ikuti 14 orang GPAI baik dari GPAI SD/SMP/SMA/SMK di Kab. Wonogiri.

Kepala Seksi PAKIS Kankemenag Wonogiri H. Hidayat Maskur, MSI menyampaikan bahwa pengawas pendidikan hendaknya selalu memberikan motivasi positif terhadap dewan guru dalam hal pengabdian dan gairah kerjanya dalam proses belajar mengajar disekolah dengan baik dan teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga terciptanya suasana belajar mengajar yang kondusif dan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Mengingat salah satu problema yang dihadapi pengawas PAI saat ini, adalah adanya sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa profesionalisme guru PAI masih dihadapkan pada permasalahan penguasaan bidang keahlian terutama dalam penggunaan model dan strategi pembelajaran terbaru. Di antara guru masih ada yang hanya sekedar mengajar (transfer of knowledge), sementara saat ini guru diharapkan mampu menciptakan kondisi belajar yang menantang kreativitas siswa, memotivasi siswa, menggunakan multimedia dan multimetode dan multisumber agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hal tersebut merupakan tantangan bagi pengawas PAI untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Dihadapan peserta seleksi calon pengawas H. Hidayat Maskur berpesan “Jadilah pengawas pendidikan agama Islam yang kreatif, inovatif dan kreatif, memberi inspirasi kepada guru yang di ampunya serta memiliki kemauan yang besar untuk mengetahui hal-hal yang baru yang bermanfaat demi menunjangtugas-tugas saudara”.

Menurut Hidayat peranan pengawas pendidikan agama Islam pada hakekatnya adalah kegiatan atau tugas pengawas pendidikan agama Islam untuk menciptakan suasana yang bisa membuat guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme sehingga terbentuknya profil- profil guru yang profesional. Suasana yang demikian hanya dapat terjadi apabila seorang pengawas menganut faham demokrasi.

Dalam hal ini pengawas pendidikan hendaknya selalu memberikan motivasi positif terhadap dewan guru dalam hal pengabdian dan gairah kerjanya dalam proses belajar mengajar disekolah dengan baik dan teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga terciptanya suasana belajar mengajar yang kondusif dan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Hidayat menambahkan Kabupaten Wonogiri dengan jumlah kecamatan 25 dan SD hampir 1000 masih terjadi ketimpangan antara rasio jumlah guru pendidikan agama dan jumlah pengawas pendidikan agama Islam yang mengakibatkan banyak sekolah dan guru pendidikan agama yang tidak tersupervisi dengan baik. Di kota gapleks 1 pengawas bisa merangkap 3-5 kecamatan. Sesuai petunjuk Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah materi seleksi calon pengawas pendikan agama Islam meliputi penguasaan materi, pengetahuan agama dan pengetahuan umum. (Mursyid_Heri)