Pengawasan Pesantren Wujudkan Kepastian Eksistensi Lembaga

Cilacap – Untuk menjamin kepastian bahwa sebuah lembaga keagamaan baik itu madrasah diniyah maupun pondok pesantren harus dilakukan pengawasan. Selain sebagai alat kontrol kemajuan pendidikan keagamaan, juga untuk menghindari hal-hal negatif yang tidak diinginkan. Di antaranya adalah lembaga fiktif dan penyimpangan ajaran agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesanteren, Subhan Wahyudi, Rabu (28/3) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur.

Dikatakan bahwa, pemerintah melalui Kementerian Agama bertanggung jawab atas pengawasan pendidikan keagamaan. Tujuan yang pertama adalah untuk memberikan kepastian kebenaran materi pendidikan agama kepada masyarakat. Hal ini sebagai penangkal munculnya aliran sesat atau yang mengatasnamakan agama Islam. Sehingga publik tidak perlu khawatir anak-anak mereka akan terjerumus kepada aliran sesat. Mengingat akhir-akhir ini marak adanya isu-isu ataupun tindakan yang mengarah kepada radikalisme atau aliran garis keras.

Selanjutnya, pengawasan untuk memastikan keberadaan lembaga secara riil di lapangan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya lembaga-lembaga fiktif. Tujuannya untuk mengatasi terjadinya  aktifitas penyimpangan yang mengatasnamakan lembaga keagamaan.  

“Pengawasan langsung ke lapangan harus dilakukan Kemenag sebagai wujud layanan prima. Fungsi pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah dan pondok pesantren sangat vital bagi pembentukan karakter. Karenanya pengawasan harus betul-betul dapat berfungsi sebagai kontrol atau pengendali. Sehingga masyarakat dapat terjamin kepastian pendidikan keagamaannya. Tidak perlu ragu untuk memasukkan putra dan putri mereka ke madrasah diniyah maupun pondok pesantren,”Katanya.

Sementara itu, jumlah madrasah diniyah dan pondok pesantren di Kabupaten Cilacap yang sangat banyak tidak sebanding dengan tenaga yang tersedia. Jumlah pesantren 238 lembaga dengan santri hampir mendekati 20 ribu. Sementara itu madrasah diniyah terdapat 756 lembaga yang tersebar di seluruh pelosok wilayah Cilacap. Sedangkan bentang Kabupaten Cilacap mencapai 152 Km.

Salah satu contohnya, untuk mencapai lokasi pesantren Nurul Huda memerlukan energi yang luar biasa. Jaraknya yang sangat jauh dati pusat kota, yakni sekitar seratus kilometer. Terletak di puncak perbukitan dengan ketinggian hingga 750 meter. Hal yang membuat energi terkuras adalah medan yang ditempuh sangat sulit. Hanya dapat ditempuh dengan sepeda motor, itupun harus mereka yang sudah terbiasa dengan medan.(On/bd)