Pengayaan Pembelajaran dan Penilaian PAI K-13

Kota Magelang – Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Kota Magelang mengadakan Pengayaan Kurikulum Tiga Belas (kurtilas) khusus untuk Guru Pedidikan Agama Islam, peserta yang hadir kurang lebih 90 dari berbagai Guru Pendidikan Agama Islam Se kota Magelang, baik dari Tingkat TK, SD, SMP dan SMA serta SMK. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, H Anif Solikhin, S.Ag, M.S.I berhalangan hadir pada acara tersebut, dan diwakilkan Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H. Mustofa Muhroji. Lc, untuk membuka acara tersebut di AULA Kemenag Kota Magelang, Jumat (23/11).

Dalam pembukaannya, Mustofa Muhroji, mengatakan pentingnya penyegaran kurikulum tiga belas (kurtilas) pada Guru Pedidikan Agama Islam untuk mengingat kembali beberapa teori dan praktek tentang pembelajaran kurtilas pada anak didik di sekolah.

“Kegiatan Ini dimaksudkan agar nantinya anak didik dalam mengikuti pembelajaran materi Pedidikan Agama Islam tidak membosankan, karena dengan berbagai variasi sehingga anak didik senang dan mudah dalam memahami materi Pedidikan Agama Islam,” jelas Mustofa.

“Mudah-mudahan pengayaan pembelajaran K-13 ini membawa dampak yang besar dan bermanfaat bagi kita diantaranya. Pertama: agar dapat meningkatkan kinerja guru PAI, kedua; menambah wawasan dan pemahaman kompetensi sehingga guru PAI sehingga benar-benar menjadi guru yang professional. Dalam arti guru PAI yang dikatakan profesional tidak hanya menguasai aspek kognitif (wawasan yang luas, menguasai metode pengajaran, dan sebagainya), namun juga mereka harus menguasai aspek afektif (jujur, adil, bertanggung jawab, mampu menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya, dan sebagainya) dan psikomotorik (giat bekerja, disiplin dan tepat waktu), dan yang ketiga; meningkatkan mutu kualitas guru PAI itu sendiri,” ucap Mustofa.

Pada acara ini menghadirkan nara sumber dari instruktur nasional, yaitu Hj. Tatik Pudjiani, S.Ag, M.S.I. Tatik Pudjiani memberikan teori dan praktek bagaimana agar anak didik dalam mengikuti proses belajar mengajar tidak cepat bosen, senang dan cepat memahami. “Saya akan memberikan semua tentang  bagaimana sistem pembelajaran kurikulum tiga belas,“ tandas Tatik .

Diharapkan nantinya bisa di aplikasikan di lapangan dalam proses belajar mengajar pada sekolah masing-masing. Dengan sukses dalam proses belajar mengajar maka sukses pula Dunia Pendidikan di Indonesia. Sehingga sesuai harapan Pemerintah melalui Dunia Pendidikan untuk dapat mencerdaskan anak-anak Indonesia.(Is/Sua)