Pengelolaan Masjid Harus Diperbaiki

Rembang – Masjid harus berfungsi sebagai jantung kehidupan masyarakat. Sebagaimana pada masa Rasulullah, masjid digunakan sebagai pusat kegiatan umat.

Demikian ditandaskan oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah dalam acara Silaturahmi Akbar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Rembang yang diselenggarakan oleh Polres Rembang, Rabu (27/9/2018) di Madrasah Mualimin Mualimat Rembang (M3R).

Atho’illah mengungkapkan, hal yang pertama kali dilakukan Rasulullah ketika berhijrah di Madinah adalah membangun Masjidil Haram dan pasar. Masjidil Haram ini dijadikan sebagai pusat berbagai kegiatan, baik shalat, musyawarah, pendidikan, dan lainnya.

Namun, hal itu kini tak tampak di banyak masjid yang jumlahnya sudah mencapai jutaan di Indonesia. Atho’illah prihatin terhadap banyaknya masjid, namun hanya bagus secara fisik saja.

Padahal, masjid mempunyai banyak peran dan fungsi. Masjid bisa  dijadikan pusat kegiatan ibadah ghoiru mahdah seperti musyawarah, menuntut ilmu, mengaji, kesehatan, ekonomi, dan lainnya.

“Namun kondisi sekarang, jangankan ibadah ghoiru mahdah, ibadah salat saja jemaahnya sedikit, bahkan hanya orang tua saja,” tandasnya prihatin.

Oleh karena itu, ia mengimbau untuk diadakan revitalisasi masjid, mengembalikan fungsi masjid seperti yang diajarkan oleh Rasulullah. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa jemaah masjid di Yogyakarta di Lamongan.

“Di sana, jemaahnya begitu antusias. Ini karena ada inovasi dari takmirnya untuk memberdayakan masjid,” kata Atho’illah.

Salah satu pemberdayaan tersebut adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memetakan jemaah dari lingkungan sekitar. “Masjid bisa dijadikan sarana untuk memberikan sesuatu terhadap kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk pemetaan jemaah, takmir bisa mendata warga yang belum pernah sholat berjamaah, belum berzakat, dan lainnya,” papar Atho’illah. — iq