Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis ICT

Semarang – Direktur Pendidikan Agama Islam Amin Haidari Membuka Workshop Pengembangan Pembelajaran dan Penilaian Kurikulum PAI dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Prov. Jateng Ahmadi, Kepala Bidang PAIS Syaifuddin Zuhri serta para tamu undangan yang dilaksanakan di Hotel Puri Garden (15/02). Pesertanya terdiri dari 10 Pengurus KKG Tk Provinsi, 35 Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam, 35 Ketua, 35 pengurus KKG Kabupaten, serta 70 Guru Pendidikan Agama Islam yang berprestasi sebagai tutor didaerahnya masing-masing. Sedangkan narasumber Kakanwil Kementerian Agama Prov. Jateng, Kepala Bidang PAIS, Dosen UIN Walisongo, Dosen Unwahas dan dari Tutor PAI yang bersertifikat Nasional.

Kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya sekedar untuk membekali semua peserta agar dapat meningkatkan pembelajaran, namun lebih dari itu supaya dapat meningkatkan metode dan cara pembelajaran serta sekaligus dengan penilaian berbasis Informasi Comunication teknologi (ICT), jadi kegiatan ini untuk mengajak para peserta Pendidik atau guru Agama Islam dapat menjadi Instruktur di Daerahnya masing-masing, karena pendidikan Agama Islam sekarang ini telah memakai Kurikulum 2013,walaupun tahun kemarin mendikbut masih melakukan uji coba di beberapa wilayah namun Pendidikan Agama telah menerapkannya.

Amin mengatakan “Indonesia ini sekarang telah masuk global Masarakat Ekonomi Asia (MEA), maka kita harus membekali kepada para pendidik kita dengan beberapa teknologi agar nanti anak didik kita kelak akan dapat menguasai negara kita tidak menjadi penonton di negaranya sendiri, sebab sekarang ini kita telah masuk pada abad moderen. Sementara ini dari survei indonesia sekarang ini masih menduduki level 121 dari 185 negara di asia ini”.

Namun kita jangan lupa dengan apa yang telah kita lakukan sekarang ini hanya untuk mengejar ketertinggalan teknologi saja, tapi ingat anak didik kita masih banyak yang belum dapat sholat dan Baca Tulis Al Qur’an (BTQ), oleh karenanya guru PAI harus dapat berinovasi dan mendapat tantangan untuk dapat mendidik anak supaya dapat menguasai BTQ dan bisa mengerjakan sholat serta tahu bacaannya, sebab kalau hanya menggunakan waktu yang sedikit dalam jam pelajaran kemungkinan kecil akat tercapai tujuan itu, maka harus berinovasi melalui Ekstra Kurikuler.

Berbanggalah menjadi Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Dasar, Karena guru akan menjadikan leadership yang prima yaitu karismatik, berpengetahuan lebih dan berkemampuan, dapat mendidik anak yang berakhlaqul karimah, cerdas, dapat menguasai teknologi, dan berkepribadian baik. Akhirnya jangan lupa kita tetap berdo’a kepada Allah untuk menyerahkan apa yang telah kita kerjakan ini dapat bermanfaat. (budiawan/gt)