Pengolah Data Harus Update Perkembangan Teknologi

Salatiga – Kementerian Agama Kota Salatiga melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) menggelar Sosialisasi Penguatan Tenaga Pengolah Data PAI di Bale Raos Resto Salatiga, Rabu (16/05).

Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga Fahrudin mengatakan, Education Management Information System (EMIS) merupakan instrumen dalam pengelolaan data dan sistem informasi pendidikan Islam. “EMIS itu sistem pendataan yang ada di dalam dunia pendidikan baik tentang guru, pendidikan dan tenaga kependidikan, EMIS satu-satunya pintu yang dimiliki Kemenag dalam rangka untuk mendapatkan data yang akurat,” kata Fahrudin.

Untuk memperoleh data yang valid, kata Fahrudin, pemutahiran data EMIS harus periodik sehingga mampu menyajikan data yang lengkap, akurat dan tepat waktu. “Diharapkan dengan EMIS ini, data kependidikan akan valid sebab dijadikan dasar perencanaan pendidikan,” imbuhnya.

Dijelaskan, operator pengolah data harus update terhadap perkembangan teknologi. Hal itu terkait dengan tuntutan pemenuhan kewajiban administrasi guru PAI itu sendiri. Dalam hal ini tiap guru dan pengawas PAI berperan sebagai operator data untuk dirinya sendiri. “Ada lima prinsip dalam pendataan EMIS, yaitu lengkap, akurat, akuntabel, rapi, integrated dan tepat waktu,” urainya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Qomarul Aziz mengatakan, sebagai bukti kemajuan pendidikan, terutama pendidikan Islam yang unggul dan moderat, maka setiap data harus selalu terupdate setiap waktu. “Kualitas data pendidikan yang selalu terupdate sangat mendukung kesuksesan dan kemajuan pendidikan,” kata Aziz.

Oleh karena itu, lanjut Aziz, seorang tenaga pengolah data harus professional, terlebih dalam mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Dengan demikian, kita bisa menuju kepada sebuah pendidikan moderat yang unggul dan unggul yang moderat dalam rangka mengarah kepada murid yang agamis,” tambahnya.

Hadir dalam acara tersebut Pengawas PAI, serta sebanyak 50 peserta dari guru PAI TK/ SD/ SMP/ SMA/ SMK sederajat, sebagai narasumber dari Bidang PAIS Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Gadis Shofiah (YF-KK-Mnc/gt)