Penguatan Agama Solusi Hindari Narkoba

Kendal – Indonesia telah menjadi target dalam penyebaran Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (narkoba) sehingga tidak heran jika pemerintah menyatakan perang dan menetapkan status darurat terhadap narkoba sebab sudah tidak sedikit anak bangsa ini yang menjadi korban.

“Menurut penelitian 33 orang indonesia mati gara-gara penyalahgunaan narkoba,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal Saerozi yang saat menjadi narasumber dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal di Aula Kecamatan Kaliwungu, Kamis (30/03)

Kepada 45 penggiat anti narkoba, Saerozi mengatakan, salah satu solusi agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba adalah kembali kepada jalur agama dengan cara peningkatan kualitas ketakwaan individu. “Salah satu solusi agar terhindar dari narkoba yaitu kembali ke jalan agama,” ujar Saerozi

Ditambahkan Saerozi, bagi individu, pembentukan ketakwaan individu khususnya bagi kalangan generasi muda muslim dapat diawali dengan pembentukan kepribadian islam, yaitu sinergi antara pola pikir dan pola sikap seorang muslim yang dilandasi oleh akidah dan nilai-nilai keislaman.

Pola sikap yang islami ini dapat dibentuk dengan peningkatan ibadah dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk penerapan nilai-nilai Islam. Namun, ketakwaan indvidu yang melahirkan kepribadian Islam  juga sebaiknya ditopang oleh pengawasan masyaraka. Pengawasan dan partisipasi dari masyarakat ini merupakan bagian dari aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar.

“Harus ada peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, kuanfusakum wa ahlikum naaro (jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka),” tambahnya.

Dalam kasus narkoba, lanjut saerozi, Kementerian Agama lebih bersifat pencegahan yaitu dengan memberikan penyuluhan dalam perspektif agama serta menyediakan lembaga pendidikan berupa madrasah dan pondok pesantren untuk memberikan bekal agar umat tidak tergoda untuk mencoba dan menggunakan barang terlarang tersebut.

“Sekolahkan anak di madrasah atau pondok pesantren, insya allah jauh dari narkoba,” imbuhnya.

Terkait dengan orang yang sudah terlanjur menggunakan narkoba, mantan Kepala Kankemenag Kab. Boyolali ini berharap agar keluarga tidak meninggalkan mereka karena yang dibutuhkan dalam rehabilitasi adalah dukungan dan motivasi keluarga.

“Jangan sampai para pengguna malah ditinggalkan, mereka butuh dukungan dan motivasi,” pinta Saerozi.

Sementara itu Kepala BNNK Kendal AKBP Sharlin Tjahaja menerangkan, Kendal yang memiliki garis pantai yang panjang sangat berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba, hal tersebut dikarenakan selama ini modus penyebaran narkoba melalui dermaga dan pantai yang memang kurang secara pengawasan.

“Warga Kendal harus waspada, karena kendal merupakan tempat yang strategis bagi peredaran gelap narkoba,” kata Sharlin.

Sharlin juga berharap peran aktif dari masyarakat untuk melaporkan ke BNNK Kendal jika melihat peredaran maupun penggunaan narkoba dimasyarakat, “Mohon laporkan pada kami jika terjadi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba melalui call center,” pintanya (ja/gt)