Penguatan peran biro perjalanan umroh menangkal ISIS

Semarang – Maraknya pemberitaan yang menyebutkan ada beberapa jamaah umrah asal Indonesia yang lepas dari rombongan kemudian menuju Turki yang selanjutnya dikabarkan bergabung dengan ISIS, menjadi pekerjaan tambahan khususnya bagi biro perjalanan penyelenggara ibadah haji dan umrah, terlebih-lebih bagi Kementerian Agama yang berhak memberikan legalitas bagi biro perjalanan untuk beroperasi.

Melalui Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kementerian Agama sudah jelas-jelas menolak faham radikal dari ISIS dimana menggunakan kekerasan untuk memperjuangkan apa yang diyakini atau dalam mencapai tujuan.

Baru saja biro perjalanan ibadah haji dan umrah disibukkan dengan tindakan tegas Kementerian Agama yang membekukan ijin operasinya karena permasalahan administrasi, jeleknya pelayanan maupun fiktif kini ditambah dengan permasalahan baru yang diakibatkan oleh jamaah yang melepaskan diri dan disinyalir bergabung dengan ISIS.

Sementara itu Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Ahmadi, M. Ag melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah untuk memberikan pembinaan, sosialisasi dan pemantauan terhadap biro perjalanan ibadah haji dan umrah dalam kaitannya mengantisipasi berkembanganya misi yang diusung oleh kelompok ISIS. Diharapkan biro perjalanan ibadah haji dan umrah ikut berperan dalam menangkal berkembangnya faham tersebut.

“Kita tengah menggalang persatuan dan kesatuan dari berbagai lini, khususnya dengan biro perjalanan ibadah haji dan umrah yang ada di Jawa Tengah supaya ikut terlibat dalam rangka antisipasi berkembangnya faham-faham radikal yang diusung oleh kelompok ISIS, terlebih bagi biro perjalanan umrah supaya lebih hati-hati sewaktu menerima calon jamaah umrah”, ungkap Kakanwil di ruang kerjanya saat dimintai tanggapan Beliau terkait maraknya pemberitaan di media yang menyebutkan biro perjalanan umrah menjadi media warga Indonesia bergabung dengan kelompok ISIS.

Kakanwil juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah bergandengan tangan dalam menangkal berkembangnya faham radikal yang disebarkan ISIS tersebut di lingkangan masing-masing.

Lebih lanjut Ahmadi berharap “Kita bisa dengar, baca dan saksikan aksi-aksi kekerasan yang ditampilkan oleh kelompok ISIS kepada dunia, kita khususnya kaum muslimin tidak dibenarkan melakukan tindakan-tindakan kekerasan dalam memperjuangkan apa-apa yang diyakini maupun dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu. Untuk itu mari kita rapatkan barisan dan bergandengan tangan dalam menangkal berkembangnya faham ISIS di Jawa Tengah”. (gt)