Penguatan Peran IPHI untuk Kemaslahatan Ummat

Purbalingga – Pengurus Daerah Ikatan Persatuan Haji Indonesia (PD IPHI) Kabupaten Purbalingga, menggelar Rapat Koordinasi IPHI se-Karesidenan Banyumas di Gedung IPHI Purbalingga, Ahad (25/02). Kegiatan yang dilaksanakan sehari ini mengusung tema Penguatan Peran Ibadah Sosial IPHI Untuk Kemaslahan Umat dan Pembangunan Jawa Tengah.

Ketua PD IPHI Purbalingga, Munir menjelaskan bahwa kegiatan Rakor ini baru pertama kali dilaksanakan. "Rakor ini baru pertama kali dilaksanakan di Purbalingga atas perintah dari koordinator provinsi. Alhamdulillah kegiatan IPHI Purbalingga berjalan dengan baik, di antaranya rapat pengurus harian 1 kali dalam sebulan, rapat pleno 3 bulan sekali, dan rapat kerja 1 tahun sekali. Di tahun 2017 ada 13 cabang yang melaksanakan Muscab,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ada kegiatan pengajian akbar 4 bulan sekali di Masjid Agung Daarussalaam Purbalingga, juga kegiatan  Mujahadah setiap malam Rabu Manis di tempat yang sama dipimpin oleh Gus Anam. Sedangkan di tingkat kecamatan pertemuan rutin dilakukan setiap bulan.

Di sisi lain IPHI Daerah Purbalingga juga telah mendapatkan penghargaan tingkat nasional di bidang dakwah dan manajemen di tahun 2017. Sedangkan untuk tingkat kecamatan adalah IPHI Kecamatan Bobotsari,  Rembang, Bojongsari, Padamara, Bukateja dan Kecamatan Purbalingga.

"Agenda tahun ini adalah peringatan Hari Lahir IPHI, yang akan dipusatkan di Purbalingga, insya Allah hari Sabtu Kliwon tanggal 19 Sya'ban 1439 H/ 05 Mei 2018", jelasnya.

Rakor yang dihadiri oleh Pengurus Daerah, Pengurus Wilayah dan Pengurus Pusat ini juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Kementerian Agama sangat mengapresiasi terhadap langkah-langkah IPHI yang telah dan yang akan dilaksanakan. Berbagai upaya sudah maksimal dalam rangka memuliakan tamu Allah dan mendawamkan kemabruran haji. IPHI yang independen diharapkan secara kontinyu melakukan pembinaan kepada calon jemaah haji.

Karsono juga menginformasikan kepada forum bahwa di tahun 2018, Pemerintah Indonesia berencana  memberangkatkan 221.000 calon jemaah haji (CJH).  "Sungguh luar biasa banyak tamu Allah dari berbagai berbagai keragaman adat dan budaya nusantara. sebanyak 221.000 calon jemaah haji itu terdiri dari 204.000 haji reguler dan 17.000 haji khusus. Ini adalah jumlah terbesar,” ungkapnya.

Calon jemaah haji tahun ini sejumlah 33.892 orang akan diberangkatkan dari Bandara Adi Sumarmo  Solo yang terdiri dari 3.250 orang CJH Jawa Tengah dan 3.642 orang CJH Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan jumlah kuota calon jemaah haji Jawa Tengah lebih banyak dari pada negara Malaysia.

"Alhamdulillah pelaksanaan penyelenggaraan haji khusus embarkasi dan debarkasi tahun 2017 adalah terbaik tingkat nasional dan memperoleh penghargaan dari Menteri Agama," ungkapnya.

Keberhasilan ini, lanjut Karsono, tidak lepas dari peran serta IPHI yang bekerjasama dengan Kemenag serta Pemkab Purbalingga pada setiap tahunnya. Kemenag telah berusaha secara terus-menerus meningkatkan mutu pelayanan agar dalam penyelenggaraan ibadah haji semakin memuaskan. (sar/gt)