Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lilalamin bagi Generus Bangsa

Grobogan – Bangsa Indonesia terdiri dari beribu ribu pulau, kebudayaan dan berbagai suku, ras, agama, dalam kehidupannya harus saling menghormati. Islam adalah agama rahmatan lil alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua umat seluruh alam semesta. Untuk meningkatkan karakter generasi penerus, Kantor Kementerian Agama Kab.Grobogan melalui Pendidikan Agama Islam (PAIS) menyelenggarakan seminar penguatan wawasan islam rahmatan lilalamin di hotel Kriyad Grand Master Purwodadi, Rabu (28/03).

Ketua Panitia sekaligus Kasi PAIS Roziqun mengatakan  bahwa kegiatan seminar penguatan wawasan Islam rahmatan lilalamin ini dilaksanakan atas dasar latar belakang saat-saat ini khususnya di Indonesia semakin banyaknya bermuncul paham-paham keagamaan yang dapat memicu konflik sara, maka menurutnya penanaman nilai-nilai agama melalui para siswa-siswi akan menjadi lebih efektif. Dengan mengundang 50 siswa SMA/ SMK se-Kab. Grobogan dengan mengundang narasumber dari Kasat Intel Polres Grobogan dan Kepala Kemenag Grobogan.

“Islam adalah agama yang cinta damai, jangan sampai para generasi penerus bangsa ini mau disusupi paham/aliran yang menyesatkan, juga narkoba. Menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bukan berarti disikapi dengan fanatik buta. Tetapi harus dilakukan dengan semangat toleransi, kerukunan serta kedamaian,” pinta Roziqun.

Kepala Kemenag Grobogan Hambali yang membuka acara sekaligus menyampaikan materi mengatakan, ini merupakan program dari Kementerian Agama dalam rangka agar semua warga negara yang beragama apapun di Indonesia hidup dengan rukun saling menghargai dan toleransi yang dimulai dari dunia pendidikan sebagai penerus bangsa khususnya bagi siswa.

Kegiatan ini sangat penting sekali, memberikan wawasan rahmatan lilalamin yang mendasar dan mendalam, bukan kekerasan/ radikal, saling memahami sebagai hamba Allah untuk semesta alam. Selain itu memberikan pemahaman Islam yang komplek dan Indonesia yang multikultur punya ciri dan karakteristik yang lain-lain serta punya adab yang berbeda-beda.

"Walaupun kita hidup di antara perbedaan suku, ras dan agama, tapi kita harus menjunjung tinggi toleransi keagamaan dan wawasan nasional. Islam itu bukan untuk sekelompok orang tapi itu untuk seluruh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari, Islam menghormati agama lain," terang Hambali.

Karena agama Islam mengajarkan keselamatan kepada semua orang, tanpa harus mengkotak-kotakkan satu dengan yang lain. Kualitas amal dan ibadah harus terus ditingkatkan agar keislaman kita semakin baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

"Siswa akan lebih paham perilaku multikultural dan toleransi dalam membentuk karakter yang lebih baik, untuk diterapkan di sekolah, masyarakat dan kehidupan sehari-hari dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," harapnya.(bd/gt)