Pengukuran Arah Kiblat Masjid, Kemenag Berikan Layanan Gratis

Karanganyar – Salah satu pelayanan yang disediakan oleh Kementerian Agama melalui Penyelenggara Syariah adalah melakukan pengukuran arah kiblat rumah ibadah, baik itu masjid, mushola maupun langgar. Belakangan, layanan masyarakat ini semakin diminati masyarakat, mulai dari mengukur arah kiblat masjid yang akan dibangun hingga memperbaiki arah kiblat masjid/ mushola yang sudah jadi sejak lama.

Disampaikan oleh Penyelenggara Syariah Kankemenag Kabupaten Karanganyar, Yusuf Iksanu Irham bahwa sampai pertengahan bulan Februari ini sudah ada lima takmir yang meminta diukur arah kiblat masjidnya, baik itu masjid yang akan dibangun maupun masjid yang sudah ada sejak lama.

“Baru saja kami melakukan pengukuran terhadap tempat ibadah yang akan dibangun, Masjid Fathul Iman, Dukuh Pondok, Desa Tugu, Kecamatan Jumantono. Sampai saat ini sudah ada 5 masjid lama dan baru yang mengajukan permohonan ukur arah kiblat. Semuanya kami layani dengan baik tanpa biaya sepeser pun, alias gratis,” terang Yusuf saat diwawancarai tim humas di ruang kerjanya, (22/02).

Lebih lanjut Gara Syariah mengatakan, saat menjalankan tugas, dirinya ditemani oleh empat personal lainnya yang menguasai pengukuran arah kiblat. Adapun tim ukur arah kiblat Kemenag terdiri dari 5 personel, diantaranya adalah Penyelenggara Syariah, 3 orang staf Hanik Atun, Sutarno, Arif Zaenal Mutaqin serta Kepala KUA Jumantono, Junaidi yang memiliki sertifikat ukur arah kiblat.

Ada dua alat yang digunakan oleh tim ukur arah kiblat masjid untuk menentukan lokasi yang benar, yaitu Teodolit dan Istiwaain. Sejauh ini, kedua alat atau metode tersebut merupakan cara menentukan arah kiblat yang paling tepat dan akurat. Hal ini dijelaskan oleh salah seorang tim ukur arah kiblat, Arif, bahwa dahulu untuk menentukan arah utara sejati menggunakan kompas, namun kadang bisa salah karena banyak terpengaruh medan magnet disekitarnya.

“Dengan teodolit dan istiwaain yang mengandalkan posisi matahari, maka dapat ditentukan arah utara sejati arah kiblat yang akurat, sehingga hasilnya dapat lebih bagus,” terang Arif.

Dijelaskan lagi bahwa langkah pertama dalam pengukuran arah kiblat adalah dengan menentukan koordinat lokasi yang akan diukur arah kiblatnya menggunakan GPS. Selanjutnya dari koordinat tersebut dimasukkan ke aplikasi istiwaain untuk mengetahui arah utara sejati sehingga azimut (arah) kiblat dapat diketahui. Untuk memastikan kebenarannya lagi, digunakan teodolit yang disesuaikan dengan posisi matahari sehingga hasil yang didapat lebih mantap.

Setelah pengukuran, didapat data ephemeris yang terdiri dari data lintang, bujur, waktu, deklinasi matahari, tinggi matahari, azimut matahari, utara sejati, rashdul kiblat, dan akhirnya azimut kiblat. Data ephemeris tersebut disertakan dalam sertifikat arah kiblat yang dikeluarkan oleh Kemenag Karanganyar sebagai bukti bahwa masjid tersebut telah dilakukan pengukuran arah kiblat oleh Kemenag. (ida-hd/gt)