Pengurus FKUB Adakan Rapat dan Bukber

Rembang – Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Rembang mengadakan acara buka bersama di aula Kankemenag Kabupaten Rembang, baru-baru ini. Sebelum buka bersama, diadakan rapat koordinasi yang membahas persoalan terkini di Kabupaten Rembang.

Rapat dipimpin oleh Ketua FKUB Kabupaten Rembang, Masyhuri. Hadir pula dalam rapat ini, Dewan Penasehat FKUB yang juga Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah, dan Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang, Kartono.

Dalam rapat tersebut, dikemukakan bahwa usai terjadinya bom yang menyerang di beberapa gereja di Surabaya, masyarakat Rembang diminta tidak perlu panik. “Mungkin ada sebagian saudara kita yang berada di sana, tidak usah panik. Karena tujuannya memang untuk membuat panik warga Indonesia,” kata Atho’illah.

Sementara Masyhuri mengatakan, kondusivitas kerukunan ummat beragama masyarakat Rembang perlu dijaga. Mengingat Rembang merupakan daerah yang cukup kondusif. “Apalagi di Ramadan ini, mari kita ciptakan suasana yang penuh rukun dan damai,” katanya.

Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang, Kartono mengatakan, selama ini memang ada beberapa persoalan kecil yang sempat menyulut emosi warga. Termasuk kasus Sapto Darmo di Kecamatan Kragan. Dan ini tengah terjadi kontroversi rumah yang dianggap sebagai rumah tinggal namun digunakan sebagai tempat ibadah di Kecamatan Lasem.

“Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, FKUB dan pemerintah setempat harus bergerak cepat untuk menyelesaikannya agar tidak terjadi persoalan berlanjut di kemudian hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, segenap pengurus FKUB mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak kepada ummat Buddha di Rembang. Tokoh Agama Buddha, Samingan Manggala menyampaikan terima kasih kepada warga Rembang yang telah menjaga kondusivitas Rembang, sehingga perayaan Hari Waisak bisa terselenggara dengan aman dan lancar. — iq/bd