Peningkatan Nilai-Nilai Ajaran Agama melalui Seni dan Budaya

Semarang (Bimas Hindu) – Pendidikan agama tidak hanya dilakukan di sekolah maupun pada Pasraman, tetapi dengan pendidikan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh guru agama Hindu dengan  pemahaman seni dan budaya keagamaan, demikian disampaikan oleh I Dewa Made Artayasa dalam kunjungan di Balai Kertasabha Pura Agung Girinatha, Jl. Sumbing Nomor 12 Semarang, dengan melihat langsung kegiatan ekstrakurikuler  Guru Agama Hindu Kota Semarang (01/06).

Pembimas Hindu pada Kanwil Kemenag Prov. Jateng I Dewa Made Artayasa menyampaikan, apa yang dilakukan guru agama Hindu ini sudah baik, tetapi perlu dibuat struktur yang jelas sehingga nantinya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam rangka memunculkan generasi Hindu yang mengerti dan memahami nilai-nilai agama tidak hanya teks saja juga seni budaya cara yang mudah dalam beragama.

Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religious sedangkan seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni, baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. “Sebagai hasil dari seni dan budaya, agama menjadi unsur atau bagian dari kebudayaan. Tentu ada unsur-unsur pada agama yang mejadi ciri khas dari kebudayaan,” kata Artayasa.

Dalam kunjungannya I Dewa Made Artayasa didampingi oleh Ni Nyoman Sartini dan disambut oleh Ketua Paguyuban Guru  ekstrakurikuler Kota semarang Ni Made Cahyani. Kegiatan di ikuti oleh 22 siswa Hindu Kota Semarang.

Kesenian adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan seni dan hasil-hasil karyanya dapat dinikmati. Kebudayaan adalah segala sesuatu yang menyangkut budaya, yaitu seluruh keberadaan kehidupan manusia di suatu tempat yang merupakan hasil karya manusia dan yang mereka hidupi dan ungkapkan. “Hal-hal yang merupakan penampakan dari kebudayaan itu seperti adat istiadat, pola pikir, filsafat hidup, ilmu pengetahuan, seni atau kesenian dan agama, inilah yang menjadi ide utama kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh guru agama Hindu,” ujar Ni Made Cahyani.

Dengan pemahaman nilai seni dan budaya yang diberikan kepada siswa agama Hindu di Kota Semarang, hasil dari kegiatan ini siswa Hindu di Semarang telah beberapa kali mengikuti event keagamaan  maupun sosial masyarakat dengan menjadi pengisi acara yang dilaksankan oleh pemerintah Kota Semarang dan pada event keagamaan telah mengikuti Jambore Pasraman dan Utsawa Dharma Gita. Pada tahun ini hasil kegiatan ekstra yang dilakukan, siswa agama Hindu Kota Semarang menjadi duta Jawa Tengah dalam Utsawa Dharma Gita yang akan dilaksankan di Palembang. Dintaranya akan mewakili lomba Seni lagu kresi keagamaan, seni Baca Kekawin, Seni Baca Sloka dan Seni Baca Palawakya. (Wahonogol-js/gt)