Peningkatan Pelayanan Pada Pendidikan agama

Semarang (Bimas Hindu) – Salah satu pembangunan manusia seutuhnya adalah dengan pendidikan, maka sangat penting bagi tenaga pendidik untuk memberikan pelayanan yang optimal pada peserta didik. Melalui Rapat Koordinasi ini ada beberapa yang harus diperhatikan untuk pembentukan pendidikan yang baik yaitu dengan mengoptimalkan pembelajaran, menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, mampu menganalisa problem solving peserta didik, tepat waktu dalam pembelajaran dan mampu memberikan evaluasi pembelajaran.

Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya mengarahkan interaksi siswa dengan sumber lainnya dalam rangkan mencapai tujuan yang diharapkan.

Demikian disampaikan Pembimas Hindu Jawa Tengah I Dewa Made Artayasa dalam Rapat Koordinasi Bimas Hindu, Pengawas dan Guru pendidikan Agama Hindu di Aula Lantai Tiga Kanwil, Jumat (06/10).

Lebih lanjut I Dewa Made Artayasa menyampaikan bahwa guru harus selalu berkoordinasi dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) agar kendala yang dihadapi dalam pembelajaran dapat dipecahkan bersama, kemudian untuk menyambut Ujian Sekolah Bersetandar Nasional (USBN) diharapkan guru telah mempersiapkan peserta didik dengan meteri-materi yang nantinya akan dijadikan soal USBN.

Kegiatan rapat koordinasi ini dikuti oleh 145 peserta yang terdiri dari guru agama Hindu, Pengawas Pendidikan Agama Hindu, dan Jajaran Bimas Hindu Jawa Tengah, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua KKG dan MGMP Agama Hindu se-Jawa Tengah.

Dalam kesempatan rapat koordinasi ini dibentuk tim penyususnan soal USBN agama Hindu, harapan dengan terbentuknya tim ini tidak lagi mengalami permasalahan soal agama Hindu dan distribusi.

Ketua panitia pelaksana Sukono menyampaikan banyak kendala yang dihadapi guru agama Hindu selama ini dengan adanya Kurikulum Kurikulum 13 dan KTSP yang masih dipergunakan, juga permasalahan Buku Kurikulum 13 yang revisi/Kurikulum Nasional. Rapat Koordinasi ini diharapakan dapat menjembatani guru agama Hindu untuk berkomunikasi sehingga permasalahan yang mereka hadapi dapat terpecahkan. (Wahonogol-js/gt)