Peningkatan Soft Skill Bahasa Inggris Guru MTsN 5 Rembang

 

Rembang- Peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berarti tanpa didukung guru yang profesional dan berkualitas. Peningkatan kompetensi guru merupakan kebijakan strategis dalam rangka membenahi persoalan guru secara mendasar. Madrasah merupakan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama harus semakin hebat dan meningkat mutunya.  Salah satu upaya meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris bagi pendidik dan tenaga kependidikan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Improving English Skill (Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris).

Untuk mewujudkan hal tersebut, MTs Negeri 5 Rembang menyelenggarakan kegiatan peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris selama 3 hari (18-20/11/2021) di ruang rapat Boarding MTsN 5 Rembang. Kegiatan diikuti oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan MTs Negeri 5 Rembang sejumlah 44 pendidik dan tenaga kependidikan.

Kegiatan ini menghadirkan tim tutor yang berjumlah 4 orang tutor pembimbing dari Grace English Course  Pare-Kediri dengan dipimpin Ms Riska Mayasari. Mereka akan membimbing sejak jam 07.30 – 13.00 WIB setiap hari.

Kepala MTsN 5 Rembang, Teguh Santoso mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Khususnya  guru yang mengajar boarding school MTsN 5 Rembang.

“Diharapkan dengan ini guru dan siswa dapat berkomunikasi aktif dengan bahasa Inggris dan memperoleh peningkatan kualitas berbahasa Inggris. Karena di kegiatan kami hadirkan secara khusus Guru Bahasa Inggris dari Grace English Course  Pare-Kediri,” kata Teguh.

Teguh berharap, kegiatan ini ditindaklanjuti dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa harian di madrasah ini. “Sehingga kelak peserta didik dengan mudah bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri,” jelasnya.

Ari Widodo Guru IPA sangat mendukung kegiatan ini sebagai terobosan baru yang digagas oleh Kepala Madrasah. “Kami sangant senang mengikuti kegiatan ini. Kegiatannya sangat menarik walaupun kami sebagai guru masih belum paham Bahasa  Inggris. Tapi karena didampingi tutor yang profesional dan menyenangkan sehingga membuat kami merasa penasaran dan sangat senang,” imbuhnya.  (Habibie)