Penting Bagi Madrasah Miliki Program Unggulan

Karanganyar – Kepala Subbag TU pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Wiharso berpesan agar madrasah penting memiliki program unggulan demi meningkatkan kualitas dan citra madrasah di hadapan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat melaksanakan monitoring Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di MTs Al Huda Karangpandan, Karanganyar, (19/04).

“Penting bagi madrasah memiliki program unggulan yang bisa dijual ke masyarakat. Jadi ada ciri khas khusus yang membedakan dengan sekolah lain agar animo masyarakat sekitar kepada madrasah meningkat. Program unggulan yang dikedepankan bisa terkait pendidikan karakter atau hafalan Al Qur’an murid-muridnya”, kata Wiharso.

Terkait dengan hal tersebut, Kasubbag TU tidak lupa mengingatkan bahwa peran pendidik dalam hal ini guru sangat besar. Menurutnya, kualitas guru disini berperan besar dalam meningkatkan proses pembelajaran dan pendidikan karakter pada madrasah.

“Kualitas guru madrasah perlu ditingkatkan, guru dimotivasi agar pembelajaran dapat meningkat kualitasnya. Dalam mengajar, harus dilandasi niat untuk beribadah, tulus ikhlas. Apalagi kita bekerja pada lembaga Kementerian Agama yang dominan pada nilai-nilai keagamaan. Saya yakin, walaupun kuantitas murid pas-pasan dan madrasah belum besar, dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas maka masyarakat akan datang dengan sendirinya”, tambahnya.

Di akhir perbincangannya, Wiharso mengajak baik pihak yayasan, kepala sekolah, guru untuk meningkatkan koordinasi dengan stakeholder yang ada di sekitar madrasah. Dengan adanya kerjasama semua pihak, perkembangan sekolah tinggal menunggu waktu saja.

Sementara itu, Kepala MTs Al Huda, Kayatun mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha keras untuk mengembangkan madrasah. Hal tersebut terbukti dengan diganjarnya MTs Al Huda mendapatkan akreditasi A pada penilaian beberapa waktu lalu.

Di MTs Al Huda ada 43 siswa yang mengikuti ujian, 19 diantaranya laki-laki dan sisanya perempuan. Sementara itu, secara keseluruhan di Kabupaten Karanganyar saat ini ada 1932 Siswa dari 5 MTs Negeri dan 19 MTs Swasta yang mengikuti ujian. (ida-hd/Wul)