Pentingnya Jalin Kerja sama dalam Melaksanakan Tugas

Semarang – Dalam upaya peningkatan kinerja pegawai dan pelayanan terhadap masyarakat, Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Semarang mengadakan rapat koordinasi jajaran pegawai subbag TU (04/10). Rakor dipimpin oleh Kasubbag TU Rachmad Pamudji di kantor setempat. Beberapa hal yang menjadi penekanan rapat adalah turunnya pengiriman berita website Kota Semarang, kedisiplinan dan pelayanan.

Menanggapi berita website ia meminta semua pegawai ikut membantu membuat berita. “Sementara tidak usah mengutamakan kualitas tetapi kuantitas. Kalau nanti tidak ditayangkan di website kita perbaiki naskahnya lagi, yang penting kita sudah berusaha membuat berita,” ujar Kasubbag.

Dirinya menekankan pentingnya kerjasama di antara masing-masing pegawai agar pekerjaan dapat tuntas dan pelayanan masyarakat tertangani secara cepat.

“Jumlah pegawai subbag TU paling banyak di antara satker yang lain, kekompakan dan kerja sama harus dilakukan. Saling membantu satu dengan yang lain agar pekerjaan dan pelayanan dapat maksimal,” tuturnya.

Subbag TU terdiri dari umum, keuangan dan kepegawaian. Oleh karena ketiga bagian ini saling terkait maka kerja sama dalam melaksanakan tugas sangat penting. Pamuji mencontohkan, misalnya dalam pencairan kenaikan gaji pokok dan KGB, begitu SK turun segera koordinasikan dengan bagian keuangan agar dapat segera diproses pencairannya,”.

Terkait dengan kedisiplinan, kepada jajarannya ia menegaskan kewajiban mengikuti apel pagi dan adanya pegawai yang piket di saat jam istirahat. “ Jangan sampai ruangan kosong, meskipun jam istirahat,” tegasnya.

Juga disinggung bagi pegawai yang merokok supaya memperhatikan waktu dan tempat merokok. “Jangan merokok di lobby kantor karena itu merupakan wajah kantor kita, “ pesan Kasubbag.

Rakor juga menyepakati batas pencairan tunjangan kinerja dan uang makan sebelum tanggal 10 tiap bulan. Oleh karenanya akan dinformasikan bagi satker harus segera menyerahkan administrasi pencairan segera setelah awal bulan berikutnya. Dari hasil rapat diketahui selama ini terkendala pengumpulan absensi pegawai 16 KUA kecamatan se-Kota Semarang yang agak tertunda pengumpulannya. Hal yang perlu menjadi perhatian dalam waku segera adalah penghapusan aset BMN, perlunya ruang aset BMN dan arsip.(ch/gt)