Pentingnya Manajemen Sertifikasi Dalam Rangka Ketertiban Beradministrasi

Kota Magelang – Kantor Kemenag Kota Magelang melalui Seksi Pendidikan Agama dan Kegamaan Islam (Pakis) gelar Rakor Manajemen Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan di  Aula Kemenag Kota Magelang pada Kamis – Jumat (21-22/02).  Ketua Pokjawas Muawanah, pada awal sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta Rakor Manajemen Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam dikarenakan Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang Anif Solikhin, Kasub Bag TU serta Kasi Pakis berhalangan hadir di karenakan dinas luar.

Dalam sambutannya, Ketua Pokjawas menyampaikan Pentingnya Manajemen Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam, dimana diharapkan harus sesuai dengan petunjuk teknis pencairan TPG tahun 2019 dan aturan-aturan lain yang dijadikan pedoman. Dihadiri kurang lebih 90 Guru Pendidikan Agama Islam Sekota Magelang baik dari Tingkat TK, SD, SMP dan SMA serta SMK dan berlangsung cukup interaktif.

Muawanah lebih menekankan lagi  untuk meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan Agama Islam dikalangan sekolah sedini mungkin. “Pada jenjang Taman Kanak-Kanak harusnya sudah mulai di tanamkan benih-benih tingkah laku dan jiwa yang berkepribadian islami, karena dengan bekal Pendidikan Agama Islam akan bisa menangkal bahaya teroris ataupun bahaya-bahaya lain yang akan merongrong jiwa karakter bangsa Indonesia ataupun juga Negara Pancasila pada umumnya,” tegas Muawanah.

Ismahir A Sidik selaku staf mewakili Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) menyampaikan bahwa Manajemen Sertifikasi adalah dalam rangka meningkatkan ketertiban beradministrasi dalam pemberkasan sertifikasi, menuju Kemenag Kota Magelang yang masuk dalam Zona Intergritas, yang termasuk didalamnya adalah bebas dari Korupsi, Gratifikasi dan Pungli.

“Ketika dalam pencairan sertifikasi sudah sesuai dengan aturan maka akan lebih aman dan nyaman apabila ada pemeriksaan baik itu dari BPK, BPKP ataupun dari KPK,” ungkap Ismahir.

Adapun kendala lain dilapangan pada pencairan semester genap di tahun 2019 ini adalah adanya pembelajaran baru bagi para Guru Pendidikan Agama Islam menggunakan aplikasi SIAGA sebagai ganti dari aplikasi SIMPATIKA yang sudah di tinggalkan oleh Seksi PAKIS, berbeda dengan Seksi Pendidikan Madasah yang masih tetap menggunakan aplikasi tersebut. Diharapkan kita bisa menjaga budaya tertib administrasi dan disiplin dalam beradministrasi. (Ism/Wul)