Penyerahan donasi kepada pramubhakti Kemenag Kota Semarang

Semarang — Persaudaraan antar pegawai di lingkungan Kankemenag Kota Semarang tidak perlu diragukan lagi. Tidak memandang bulu apakah mereka ASN maupun Non ASN, jika ada berita duka maupun bahagia, keluarga besar Kemenag Kota Semarangpun ikut merasakannya.

Sebagaimana beberapa waktu lalu, istri dari Yogo Anggoro, pramubhakti pada Kankemenag Kota Semarang dirawat di rumah sakit karena asam lambung. Kabar inipun segera direspon oleh pegawai Kemenag Kota Semarang dengan melaksanakan aksi cepat tanggap (ACT) melalui kegiatan penggalangan donasi.

Pada Jumat (12/11) dilakukan kunjungan sekaligus penyerahan tali asih dari keluarga Kemenag Kota Semarang kepada istri Yogo Anggoro. Riyatiningsih, bendahara Kankemenag Kota Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada Yoga karena belum sempat menengok istrinya yang sakit.

“Kami mohon maaf belum sempat menengok istri Mas Yoga, tapi alhamdulillah Kami ikut bersyukur bahwa istri Mas Yoga sudah diperbolehkan pulang ke rumah untuk berobat jalan, semoga lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali,” ucap Riyatiningsih.

“Ini hanya bentuk ungkapan tanda tresno Kami kepada Mas Yogo dan keluarga, semoga Mas Yoga dan keluarga selalu diberikan kesehatan,” timpal Nova Budi Aristin, pegawai Subbag Tata Usaha.

Nova menjelaskan, donasi yang diserahkan kepada Yoga adalah berupa bingkisan buah dan uang guna membantu proses penyembuhan istri Yoga.

Yoga cukup terharu dengan apa yang telah dilakukan oleh rekan kerjanya. Dia tidak menyangka akan mendapatkan perhatian sedemikan rupa dikarenakan baru 2 tahun dirinya bergabung di lingkungan Kemenag Kota Semarang. “Atas nama pribadi dan keluarga, Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Bapak/Ibu kepada keluarga Kami, semoga menjadi ladang pahala bagi keluarga besar Kemenag Kota Semarang,” ungkap Yoga.

Pada kesempatan ini, Yogapun menyampaikan bahwa pergaulan pegawai di Kemenag Kota Semarang sangat baik. Tidak ada perbedaan dalam perberilaku terhadapnya meskipun dirinya bukan ASN bahkan hanya seorang pramubhakti di Kemenag Kota Semarang. — nova/bd