Penyuluh Adalah Ekspresi Wajah Agama

Surakarta – Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta Musta’in Ahmad, pada acara pertemuan koordinasi antara penyuluh fungsional dengan penyuluh Non PNS, di ruang kerjanya, Senin (11/2)  kegiatan dihadiri Kasubbag TU Syamsudin serta para Kasi dan penyuluh.

Dalam arahanya, Musta’in menyampaikan rasa sukur dan berterima kasih pada semuanya atas kedatangan penyuluh PNS dan Non PNS  meskipun pertemuan tersebut dilaksanakan secara dadakan, ini sekaligus test case (uji coba) di dadak itu, kira-kira bisa apa tidak. Alhamdulillah semua dapat hadir dan siap, ini merupakan penyuluh agama yang siap dalam setiap saat dibutuhkan, “Saya berharap penyuluh sebagai lampu bagi masyarakat serta menjadi tokoh agama cermat dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak. Anda adalah wajah Islam, Islam yang ramah dan damai itu harus tercermin pada sikap, tutur kata dan perlaku para tokoh agama”. harapnya

Dalam banyak hal kita itu dalam dinas, secara formal, ukurannya adalah tertib administrasi,”Anda semua ini dianggap bekerja atau tidak, ukuran formalnya bukan bayaknya jadwal atau penuhnya catatan jadwal di kalender, meskipun setiap hari menyuluh, kalau tidak ada laporannya.. ya.. piye?,” tuturnya.

“Setiap kita adalah manajer, tentu cara kita membagi waktu, mulai dari melakukan aktivitas, membuat rencana, laporan, dan bahkan hingga menyisihkan waktu untuk membaca buku harus tertata dengan benar,” imbuhnya.

Apabila kita tidak mau berubah, dan terus menerus hanya itu-itu saja aktivitasnya, maka lama kelamaan tidak akan dipakai lagi, dianggap kuno, jadul, dan ketinggalan zaman.

Ciri-ciri pemimpin yang baik itu adalah mengajak, bukan menunggu diajak. jangan sampai “Cirinya, nek ngenteni diampiri, berarti kepemimpinannya tidak bagus. Nek ngampiri, ajak-ajak itu baru bagus,” cetusnya. (abdhus-rma/bd)