Penyuluh Agama Bina Mental Spiritual di Lembaga Pemasyarakatan

Kota Magelang – Program pembinaan melalui bimbingan, penyuluhan dan kajian agama Islam yang dilakukan para penyuluh agama Islam kepada para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Kota Magelang yang di penuhi 515 orang perempuan dan laki laki.tak luput dari program sasaran  perubahan oleh para penyuluh di Kota Magelang.

Titik Soeprapti, S.Ag, salah satu penyuluh Agama Islam yang aktif dalam kegiatan pembinaan mental di lapas tersebut memberikan arahan kepada para napi wanita khususnya bahwa,  “Lembaga Pemasyarakatan bukanlah akhir segalanya, walaupun secara hukum napi sudah ditentukan dan diputuskan oleh badan peradilan Negara, sebagai akibat dari kelalaian dan kesengajaan melanggar norma hukum, namun jadikanlah lapas sebagai wahana instropeksi diri atas kesalahan prilaku dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, tentunya dengan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan keyakinanya,” jelas Titik.

Kasi Bintal Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Drs. H. Tri Yoga, dalam kesempatan lain menjelaskan bahwa kegiatan yang sudah menjadi kesepakatan bersama adalah kegiatan keagamaan, diantaranya setiap hari senin sampai dengan kamis di sampaikan materi qiro'atul qur'an, murottal  hafalan surat pendek, Nadhom asmaul husna, doa harian, praktek wudhu dan sholat dan ceramah keagamaan. Juga kegiatan kegiatan keagamaan lainnya seperti lomba adzan dan tartil lil quran setiap menjelang ramadan, khataman qur'an dan pengajian akbar yg di ikuti seluruh warga binaan.

“Pembinaan keagamaan mampu membentuk mental positif bagi narapidana, yang bertujuan meningkatkan kesadaran melaksanakan ajaran-ajaran agama, dan meningkatkan pengetahuan agama mereka. Ada enam pilar karakter yang dapat dibentuk melalui pembinaan keagamaan bagi setiap narapidana, yakni kejujuran, rasa percaya diri, rasa hormat, rasa tanggungjawab, rasa kepedulian dan toleransi,” ungkap Tri.

Dengan adanya bimbingan dan penanaman nilai-nilai positif agama Islam secara intensif, maka diharapkan para warga binaan dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari, sehingga mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di masa-masa yang akan datang.(Afi/Sua)