Penyuluh Agama Bina Warga Sekitar Lokalisasi

Kendal – Salah satu misi Kementerian Agama adalah Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, hal tersebut diejawantahkan oleh Penyuluh Agama Islam dengan program pemberantasan buta huruf Al Quran.

Demikian dikatakan Penyuluh Agama Islam Ety Wulandari usai memberikan pembelajaran pengenalan huruf Al Quran pada ibu – ibu di Dukuh Mlaten Sumberejo Kaliwungu yang berada disekitar lokalisasi Gambilangu, Rabu (29/03).

“Tempat yang berdekatan dengan lokalisaasi ini kami bidik sebagai kelompok binaan unggulan oleh penyuluh dalam program pengentasan buta huruf Al Qur’an,” ujar Ety.

Ety menambahkan, meskipun terkenal dengan Kota Santri, tidak dapat dipungkiri bahwa di Kaliwungu masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca Al Quran bahkan dikalangan orang tua sehingga dibutuhkan pelatihan membaca alquran bagi orang dewasa.

“TPQ sangat banyak, tapi belum ada yang pesertanya orang tua, padahal kebutuhan akan hal itu (TPQ untuk orang tua – red) cukup mendesak sehingga kita coba mulai dari sini,” tambahnya.

Penyuluh Agama yang juga aktif di Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ini menuturkan, peserta pelatihan baca Quran ini adalah ibu-ibu dengan rentang usia 40-70 tahun, namun kedepannya akan segera bergabung para bapak setelah mengetahui ada  penyuluh yang laki-laki.

“Mengetahui ada penyuluh pria, para bapak menyatakan minatnya untuk bergabung dan belajar membaca huruf Arab,” tutur Ety.

Ditambahkan Ety, kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di Masjid Baitul Hikmah setiap selasa dan rabu dengan jumlah peserta 20-30 orang dan kemungkinan bertambah dengan bergabungnya para bapak. “Jumlah peserta didik sekitar 20 sampai 30, dan sangat mungkin akan bertambah,” ujarnya.

Terkait dengan sistem dan kitab yang diajarkan, Ety menjelaskan bahwa para penyuluh menggunakan metode Iqroa dalam pembelajaran in  dengan juz amma keluaran Kementerian Agama sebagai kitab pegangan. “Kita bagikan Juz Amma kepada para peserta untuk belajar dengan metode iqro,” jelasnya

Dalam melakukan pembelajaran, ujar Ety, para penyuluh telah menetapkan kurikulum yang disepakati yaitu dengan membaca huruf Arab serta menghafal doa dan surat-surat pendek dari Al Quran. “Selain belajar huruf arab, kita juga tetapkan hafalan surat pendek dan doa sebagai kurikulum,” pungkasnya (ew-ja/gt)