Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketika informasi menyebar dalam hitungan detik, ketika media sosial menjadi ruang perjumpaan jutaan manusia, dan ketika kecanggihan teknologi mengubah cara kita berpikir, berkomunikasi, serta menjalani kehidupan, Penyuluh Agama hadir sebagai pelita yang menerangi jalan, penyejuk di tengah kegaduhan, dan penuntun di tengah derasnya perubahan zaman.
Penyuluh Agama bukan sekadar penyampai pesan keagamaan. Lebih dari itu, penyuluh agama adalah pembangun kesadaran, penanam nilai-nilai luhur, penguat moderasi beragama, penjaga harmoni sosial, dan penggerak perubahan menuju masyarakat yang berakhlak mulia.
Hari ini, medan dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar dan ruang pertemuan. Ia telah meluas ke layar ponsel, ruang percakapan digital, platform media sosial, hingga berbagai komunitas virtual. Karena itu, penyuluh agama dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan berani melangkah mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur agama.
Jadilah penyuluh yang mampu menggenggam teknologi tanpa kehilangan hati nurani. Jadilah insan yang cakap bermedia digital, tetapi tetap santun dalam bertutur. Jadilah penyampai kebenaran yang bijaksana, bukan pengobar kebencian; penebar kedamaian, bukan pemantik perpecahan; serta pembawa kesejukan, bukan sumber kegaduhan.
(by. Iswanto, S.Pd. – Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat Bms)