Penyuluh Agama Harus Tingkatkan Peran Dalam Pembangunan Produktifitas Kaum Ibu

Wonogiri – Penyuluh agama mempunyai peran penting dalam pemberdayaan masyarakat termasuk melakukan pemberdayaan terhadap peran ibu rumah tangga sekaligus pemberdayaan dirinya sendiri sebagai insan yang berakhlakul kharimah.

Saat ini penyuluh agama adalah ujung tombak Kementerian Agama dalam melaksanakan penerangan agama Islam di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat. Karena itu peran penyuluh sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan nilai ketaqwaan umat.

Hal tersebut yang saat ini di mainkan oleh penyuluh Agama Islam Fungsional Kec. Baruretno, Nurul Zuliawati  baru-baru ini bergabung dengan ibu ibu PKK dari Kec. Baturetno mengikutkan Desa Glesungrejo Kec. Baturetno maju lomba "Pemanfaatan Pekarangan dan Hatinya PKK tingkat Prov. Jateng mewakili Kab.Wonogiri akhir bulan kemarin.

Sebagai penyuluh agama Islam, Ia dilibatkan dalam kepengurusan TP.PKK Kec. Baturetno sangat mengapresiasi dan mendorong “Program Pemanfaatan Pekarangan dan Hatinya PKK” (halaman asri, indah dan nyaman), karena program ini merupakan program yang sangat positif bagi produktifitas masyarakat khususnya kaum perempuan dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga maupun pengembangan perekonomian masyarakat.

“Semoga dengan terpilihnya Desa Glesungrejo Kec. Baturetno maju lomba mewakili Kab.Wonogiri menjadi inspirasi bagi Desa /Kecamatan lain di wilayah Kab. Wonogiri untuk bersatu padu membangun negeri tercinta ini dengan memanfaatkan lahan di sekeliling kita” harapnya.

Menanggapi hal tersebut Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri, Hidayat Maskur  di temui di ruangnya (Kamis, 01/02) menyampaikan bahwa Peran Penyuluh Agama Islam secara umum memiliki peran sebagai uswah hasanah, juru penerang, penyampai pesan mengenai prinsip-prinsip dan etika keberagamaan yang baik serta bersedia sebagai konselor yang dapat memberikan bimbingan kepada umat/masyarakat termasuk di kalangan kaum wanita.

Selain itu, menurut Hidayat seorang penyuluh haruslah melakukan pendekatan-pendekatan yang dinamis di masyarakat, seperti melakukan pendekatan dari sisi sosial, sejarah, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan juga iman serta taqwa. (Mursyid_Heri/Wul)