Penyuluh Agama Islam Berikan Nasehat Sebelum Pernikahan

Karanganyar – Pernikahan itu banyak membawa manfaat, manfaat yang terbesar dari pernikahan adalah agar dikaruniai keturunan. Disamping itu pernikahan juga memiliki banyak bahaya. Bahaya terbesar dalam pernikahan adalah kebutuhan (mata pencaharian) yang didapat dari cara yang haram. Demikian disampaikan Penyuluh Agama Islam PNS Kecamatan Tawangmangu, M. Akrom selepas memberikan pembinaan kepada calon pengantin Kecamatan Tawangmangu, (20/04).

Lebih lanjut Penyuluh Tawangmangu tersebut mengatakan bahwa manfaat pernikahan adalah menghindarkan mata dari pandangan yang diharamkan, menjaga kemaluan dari perbuatan zina, mengharap keturunan yang baik, menjernihkan hati, menguatkan beribadah.

“Bahaya pernikahan adalah tidak mampu mencari rizki yang halal dan tidak mampu mencukupi kebutuhan istri dalam setiap keadaan.

Sebagaiman yang dikatakan imam abu al-`abas al-wansyari dalam kitab nawazil al-barzali syaikh shalih abu bakar al-warraq menyatakan “setiap hasrat birahi dapat mengeraskan hati, kecuali hasrat birahi untuk melakukan hubungan intim dari sang suami kepada istrinya. Karena sesungguhnya hal itu justru dapat menjernihkan hati,” jelasnya.

Saya berpesan kepada kalian berdua terutama kepada calon pengantin laki-laki, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu,sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu. Diluar banyak wanita idaman melebihi istrimu, namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang engkau punyai sekarang,bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit ,maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan pria idaman lain di belakangmu,” tambahnya.

“Ketika pesan ini benar benar kalian laksanakan, insyaAllah kalian  akan menjadi keluarga yang bahagia. Dan bahagia itu kuncinya cuma satu dekatkan diri kalian kepada Allah Tuhan semesta alam,” tutupnya.

Setiap calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan, terlebih dahulu diberikan pembinaan oleh penyuluh agama Islam di kantor KUA. Hal ini dilaksanakan dalam rangka memberi ilmu catin dalam mengarungi mahligai rumah tangganya kelak. (ark-hd/Wul)