Penyuluh Agama Islam Gencar Sosialisasikan Pulasara Jenazah

Karanganyar – Penyuluh Agama Islam Fungsional dan PAIN PNS menggelar kursus singkat pulasara (pemuliaan) jenazah di Majelis Taklim Al Hidayah, Desa Dayu dan Desa Harjosari, Kecamatan Karangpandan. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KUA ini diikuti oleh ibu – ibu jemaah Majelis Taklim Al Hidayah dengan antusias, Kamis,(14/2).

Ida Hamidah, penyuluh agama Islam PNS Kecamatan Karangpandan menyampaikan, bahwa sebenarnya jika ada seseorang meninggal dunia, yang paling bertanggung jawab terhadap jenazah adalah keluarganya. Jika para keluarga menyadari hal ini, maka wajib bagi kita belajar “pulasara mayit” atau mengurus jenazah.

“Saat ada anggota keluarga yang meninggal, yang paling bertanggung jawab adalah keluarganya, anak-anaknya atau bapaknya, suaminya, istrinya dan saudara-saudaranya. Jadi belajar pulasara mayit itu hukumnya wajib, karena kita tidak tahu siapa yang meninggal lebih dahulu,” ujar Ida.

Ida juga menambahkan, bahwa beberapa masyarakat ternyata masih ada yang merasa takut dan enggan untuk mau merawat jenazah.

“Masyarakat itu ternyata masih ada yang merasa takut dan enggan merawat jenazah, karena merasa minimnya ilmu tentang tata cara pulasara jenazah yang dimiliki. Karena memang kursus pulasara jenazah masih sangat jarang diadakan di daerah ini,” sambungnya.

Kedepan, semoga semakin banyak lagi warga yang bersedia belajar pulasara jenazah ini, dan mau mempraktikkannya ketika ada anggota keluarga yang meninggal. Karena kalau ilmunya tidak dipraktikkan akan kurang bermanfaat.(ida-hd/sua).