Penyuluh Agama Islam Ikut Motivasi dan Kembangkan Literasi di Wonogiri

Wonogiri –  Penyuluh Agama Islam Fungsional  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Fadlilah Susi Wahyuni  secara aktif ikut mengembangkan  dan memajukan literasi di Kabupaten  Wonogiri melalui karya sastra khususnya kepada generasi muda.

Salah satunya dengan menjadi  motor / motivator dalam kegiatan lokakarya penulisan puisi dan peluncuran antologi puisi “MERISAU RASA” kerjasama antara Komunitas Sastra Giri Bengawan (SGB) dan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (14/07) di RM. Saraswati Brumbung, Wonogiri yang di ikuti para pemuda, pelajar dan mahasiswa di kota gaplek.

Menurut Penyuluh Agama Islam Fungsional yang di tugaskan di Kecamatan Paranggupito tersebut  menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan  wawasan keilmuan tentang sastra pada peserta, sehingga mereka tergerak untuk memajukan literasi di Wonogiri melalui karya sastra. 

“Langkah langkah untuk memajukan giat literasi / sastra di Wonogiri tidak akan pernah berhenti, walaupun sulit,  selaku warga Indonesia kita wajib menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam berbagai bentuk literasi, termasukl karya sastra merupakan salah satu gebrakan metode dakwah yang sangat efektif dan mudah di terima kawula muda ” ujar Fadlilah Susi.

Menurutnya tema kegiatan tersebut, yakni pagelaran lokakarya penulisan karya sastra dalam wujud puisi, sekaligus peluncuran buku antologi puisi Sastra Giri Bengawan (SGB) dan Warga Binaan rutan kelas IIB ” Merisau Rasa ” di bawah binaannya di bantu sastrawan Ari Hermawan.

Lokakarya di selingi musikalisasi puisi persembahan SGB, dan pembacaan puisi ” Sajak Giri Bengawan” yang dibawakan  Fadlilah Susi Wahyuni. Ia menumpahkan segala semangat yang begitu menggelora. Seakan membakar jiwa-jiwa yang berusaha menjerat dirinya sendiri untuk bangkit dalam mengembangkan kualitas diri.

“Semoga dengan kiprah kami ini mampu membangkitkan semangat  generasi muda khususnya dan masyarakat Wonogiri umumnya untuk peduli terhadap literasi atau membaca, dengan sastra seni bisa menjadi ajang  dakwah yang damai kepada umat,” harapnya. (Mursyid_heri/Wul)