Penyuluh Agama Islam Pelopori Sembelih Qurban di Pelosok Desa

Note : mas ius, beritanya udah lama bangeeeet…sy drop masukkan sejahtera utk kolom Dinamika Daerah ya…

===================================================================================================================

Karanganyar – Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar mengadakan kegiatan menyembelih qurban di desa Wonoleren Wonokeling Kec. Jatiyoso berupa satu ekor sapi dan satu ekor kambing, Kamis (23/8). Kegiatan ini telah dilakukan oleh para Penyuluh setiap tahunnya dengan tempat berbeda. Selain dihadiri para Penyuluh Agama Islam PNS se Kabupaten Karanganyar juga dihadiri Kepala Kemenag Karanganyar Musta’in Ahmad, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Jatiyoso dan  masyarakat sekitar.

Dalam laporannya, Ketua Pokjaluh Ummu Hani Maryam mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai awalan masyarakat di desa Wonoleren Wonokeling Jatiyoso.

“Setelah adanya para penyuluh mengadakan kegiatan penyembelihan qurban  ini masyarakat Wonoleren akhirnya tergerak hatinya juga berqurban, satu ekor sapi dan satu kambing dengan adanya  pancingan para penyuluh agama islam berhasil membuka hati masyarakat Wonoleren Wonokeling.” kata Ummu.

Karena ibadah kurban selain bermakna bagi orang yang berkurban untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga berimplikasi positif terhadap lingkungan sekitarnya. Ibadah kurban itu sebenarnya mengandung makna bahwa orang kaya diperintahkan untuk selalu memikirkan orang-orang yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Kankemenag yang memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut pertama-tama menjelaskan tentang bidang tugas yang diemban oleh Kementerian Agama. menurutnya, masyarakat tahunya kalau Kemenag itu KUA, padahal di Kemenag meliputi Pendidikan Agama (RA,MI) dan Urusan Agama tugas dari para penyuluh agama dibantu oleh penyuluh agama Non PNS.

Selanjutnya Musta’in Ahmad menjelaskan bahwa berkurban dapat pelajaran yang diambil antara lain adalah dalam kehidupan individu semata-mata materi, tetapi ada yang lebih dari itu yaitu spiritualitas.

“Sebenarnya umat islam diajari bahwa dalam hidup ini semuanya tidak bisa diukur sekedar materi atau dihitung dengan uang. Padahal uang bukanlah segala-galanya, karena ada yang lebih dari itu yaitu spiritualitas dibalik ibadah kurban. Dengan semangat berkurban, semangat untuk berjuang, semangat untuk melakukan sesuatu pekerjaan tidak sekedar mencari harta benda belaka atau mencari keuntungan duniawiyah semata,” jelasnya.

Inilah refleksi dan semangat orang yang melakukan ibadah berkurban. Dia rela mengeluarkan harta benda berupa hewan ternak yang memenuhi syarat untuk disembelih sebagai kurban semata-mata untuk pengabdian kepada Allah SWT,” tambahnya diakhir sambutan. (ida-hd)