Penyuluh Agama Islam Se-Solo Raya Gelar Rakor

Surakarta – Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam) se Solo Raya adakan rapat koordinasi dan pembinaan di Hotel Sahid Jaya, Rabu (18/7). Kegiatan rutin yang diadakan setiap tiga bulan sekali ini dirasa sangat penting guna peningkatan peran penyuluh dalam mewujudkan visi misi kementerian agama, karena penyuluh agama islam sebagai ujung tombak dan perekat umat, disamping bertujuan untuk memantapkan tusi penyuluh dan sebagai forum tukar menukar informasi dari berbagai Kabupaten / Kota Se Solo Raya, begitu yang disampaikan Subandriyo selaku  perwakilan Pokjaluh Jateng.

Hadir dalam kesempatan itu, Kasi Bimas Islam  Kemenag Kota Surakarta Nasiruddin  menyampaikan amanatnya supaya penyuluh yang merupakan warosatul anbiyak (pewaris para nabi) hendaknya menteladani sifat-sifat rasul. Pertama,  sidiq  itu jujur maksudnya dengan kejujuran akan menjadi teladan bagi umatnya. Kedua fatonah adalah cerdas maksudnya karena penyuluh sebagai pemimpin umat maka dituntut cerdas dalam mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang di hadapi umat. Ketiga, amanah dapat dipercaya maksudnya adalah penyuluh hendaknya dapat meyakinkan kepada umatnya sehingga apa yang disampaikan dapat dipercaya dan diyakini oleh umatnya untuk diikuti dan ke mpat, tabligh maksudnya menyampaikan kepada umatnya apa-apa yang datang dari Alloh, adalah itu kabar gembira ataukah kabar yang tidak menggembirakan, apakah baik dan buruk semus di sampaikan.

Kepala Sub Bag TU, Syamsudin   yang hadir mewakili Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menyampaikan bahwa penyuluh hendaknya senantiasa meningkatkan SDM nya agat tidak tertinggal oleh perkembangan illmu pengetahuan dan teknologi, disamping itu supaya  dapat  meningkatkan kompetensi dalam bidang kepenyuluhan, yaitu kompetensi personal, kompeten profesional dan kompetensi sosial, karena penyuluh yang merupakan garda terdepan. “Kementerian Agama yang selalu berhadapan langsung dengan masyarakat yang selalu berubah seiring berkembangnya perubahan zaman secara dinamis, maka penyuluh agama harus sebagai polopor dalam perubahan kepada yang lebih baik,” pintanya.

Ditambahkan salah satu  tim penilai angka kredit yang merupakan penyuluh agama Provinsi Jateng, Joko Sarjono menyampaikan catatan-catatan yang harus diperhatikan bagi penyuluh yang ingin mengusulkan kenaikan pangkat.

“Pertama, dalam pengisian kegiatan supaya ada keselarasan dengan SKP,  ke dua, supaya setiap penyuluh mempunyai kelompok binaan yang diterbitkan dengan SK Ketua pokjaluh masing-masing Kabupaten/Kota. Terakhir, kepada semua penyuluh hendaknya mempunyai karya tulis ilmiah karena bagi penyuluh yang hendak ke jabatan madya supaya dapat memenuhi tugas karya tulis ilmiah. apalagi ketika nanti ada ketentuan yang baru untuk penyuluh utama diharapkan penyuluh minimal bergelar S2 keagamaan,” imbuhnya. (rma/Wul)